Tur Studi Malaysia-Singapura (2) : Kenyamanan Angkutan Umum Amat Diperhatikan
 
BAGI kita yang tinggal di Indonesia, berkunjung ke Singapura tak ubahnya berpesiar ke masa depan. Sebab, peradaban negara kota di selat Malaka itu boleh dikata beberapa depan mendahului kita. Dari sisi tata kota misalnya, mereka memadukan alam dan teknologi secara nyaris sempurna.

Wilayah kecil yang dimiliki, membuat Singapura berhitung masak-masak soal tata ruang maupun tata guna lahan. Gedung-gedung pencakar langit yang berjejal di sana tak membuat suasana kota jadi menyiksa. Itu lantaran tersedia ruang-ruang hijau yang cukup di sela bangunan-bangunan berbahan beton dan metal tersebut.

Pemegang otoritas membuat taman-taman hampir di setiap sudut kota. Jalan-jalan dibangun dengan sistematis dan amat terencana, baik jalan layang maupun jalan biasa. Pejalan kaki mendapatkan hak semestinya. Mereka disediakan pedestrian area cukup lebar. Ya boleh dikata, pejalan kaki di Singapura adalah raja.

Demikian juga soal transportasi tersedia amat memadai, baik jumlah maupun kualitasnya. Selain mobil pribadi, warga Singapura menggunakan sejumlah alat transportasi massal untuk beraktivitas atau bepergian seperti taksi, bus kota, dan kereta api cepat bawah tanah.

Jalan-jalan raya di Singapura nyaris bebas dari kemacetan. Arus lalu lintas berjalan normal dan lancar. Di sini tampak betapa rasio perbandingan antara prasarana jalan dan jumlah kendaraan cukup berimbang.

Seperti kita tahu, Pemerintah Singapura memberlakukan pembatasan usia kendaraan bermotor di negerinya, yakni selama lima tahun. Dengan demikian, kita hampir tak melihat mobil butut berseliweran di jalanan Negeri Singa. Kebijakan itu sekaligus mengontrol jumlah kendaraan bermotor di sana.

Meski punya mobil, banyak warga Singapura yang tak sungkan mamakai angkutan umum. Apa sebabnya? Angkutan di negeri itu relatif aman dan nyaman.

Tak perlu berdesak-desakan atau berpeluh kepanasan sebab hampir semua dilengkapi air conditioner (AC). Sebagian angkutan umum bahkan berkategori mewah.

Dalam sebuah kesempatan, saya bersama beberapa mahasiswa Udinus Semarang memakai jasa angkutan taksi. Dari Orchard Road, kami menuju ke kawasan Little India yang berjarak kurang lebih 4 km. Di depan sebuah plaza, kami menunggu angkutan berargo meter itu. Banyak orang yang bertujuan sama membuat antrean di taxi halte menjadi panjang. Enggan menunggu lama, kami putuskan memanggil taksi via operator.

Melalui telepon, pihak operator meminta data nama pemesan dan lokasi penjemputan. Sebaliknya, kami sebagai pemesan diberi tahu nomor taksi yang akan datang. Tak lama berselang, taksi yang kami tunggu-tunggu tiba. Aha, ternyata taksi itu sebuah sedan Mercedes Benz seri terbaru yang tentu masih mulus. Hanya, kemewahan itu harus dibayar dengan harga setara. Sesampai di tempat tujuan, kami lihat argo meter menerakan satuan angka yang harus kami bayar. Semula tampak jumlah yang semestinya namun tiba-tiba angka bertambah dua kali lipat. Belakangan kami tahu, penambahan merupakan pajak yang harus dibayar karena memanggil taksi melalui jasa operator. ''Pantas, banyak yang memilih baris di antrean,'' keluh seorang mahasiswa.

MRT

Secara umum, terdapat dua perusahaan jasa transportasi besar di Singapura, yakni Singapore Mass Rapid Transportation (SMRT) Corporation dan Singapore Bus Service (SBS) Transit. Dua perusahaan ini yang memberi pelayanan transportasi di seluruh penjuru negeri. SMRT punya beberapa divisi usaha, antara lain kereta api bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT), taksi, dan bus.

Di antara jenis angkutan tersebut, MRT paling banyak digemari. Selain cepat, alat transportasi ini menjangkau segala penjuru Negara Kota Singapura. Menurut Senior Officer Comunity Affairs SMRT Robert Hee, jumlah penumpang angkutan itu mencapai 1,2 juta orang per hari, jauh lebih banyak dibanding penumpang bus. MRT di Singapura diluncurkan kali pertama pada 1987, dengan jalur Yio Chu Kang-Toa Payoh. Setahap demi setahap, pemegang otoritas menambah jaringan rel kereta ke segenap penjuru kota. Saat ini, panjang jaringan rel itu mencapai 34 km. ''Pada tahun 2010, panjang jaringan rel MRT ditargetkan mencapai 132 km,'' papar Robert Hee, saat melakukan presentasi di hadapan rombongan tur studi Udinus di kantor SMRT, 251 North Bridge Road, Singapura, beberapa waktu lalu.

Penting diketahui, karena infrastruktur MRT dibangun pemerintah, keuntungan yang didapat dibagi dua dengan besaran persentase disepakati. Penentuan harga tiket, mutlak menjadi kewenangan pemerintah. SMRT hanya mengikuti kebijakan yang telah ditentukan.

Untuk naik MRT, penumpang harus melalui stasiun-stasiun bawah tanah yang ada. Berbeda dari kereta-kereta di Indonesia, pembelian tiket MRT dilakukan secara swalayan dengan menggunakan teknologi digital. Langkah pertama, mendatangi mesin penjual tiket dan menentukan stasiun yang dituju menggunakan touch screen (layar sentuh). Kemudian memasukkan uang ke dalam mesin. Taruh misal dari Orchard ke Sumerset, ongkosnya Sin $ 0,8,-. Calon penumpang harus memasukkan uang dengan jumlah lebih banyak, yakni Sin $ 1,8,- Kelebihan itu dimaksudkan sebagai jaminan. Setelah uang dimasukkan, akan keluar tiket berbentuk plastik beserta uang kembalian.

Dengan menempelkan tiket tersebut ke detektor, seseorang bisa masuk ke dalam ruang tunggu penumpang. Setelah sampai di stasiun tujuan, tiket kembali difungsikan sebagai kunci pembuka untuk keluar stasiun. Terakhir, tiket harus dimasukkan kembali ke dalam mesin penjual tiket digital untuk mengambil uang jaminan. Sekilas, rangkaian prosedur itu terlihat rumit dan membingungkan. Namun bagi warga Singapura, itu sudah biasa.

Suasana stasiun bawah tanah MRT terlihat bersih dan mewah, laiknya sebuah mal. Oh ya, pada setiap stasiun, dibangun pusat perbelanjaan yang menyediakan aneka kebutuhan, dari makanan, pakaian hingga barang-barang seperti merchandise. Seperti terlihat di Stasiun Raffles City yang kami kunjungi.

Lantas, bagaimana dengan interior MRT? Pada setiap gerbong, kursi-kursi penumpang ditata berderet dan berhadap-hadapan. Penumpang yang tak kebagian tempat duduk disediakan pegangan di tengah gerbong.

Hampir semua alat transportasi di Singapura didesain untuk memudahkan penyandang cacat. Taksi milik SMRT misalnya, menyediakan pintu khusus yang bisa dibuka lebar untuk mereka yang menggunakan kursi roda.

Ya, sistem transportasi umum di Singapura dirancang sedemikian rupa untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan para pengguna. Dengan demikian, semua lapisan masyarakat tak merasa sungkan memanfaatkannya. Rasa-rasanya, hal itu sangat berbeda dari kondisi sarana transportasi umum di Indonesia yang cenderung kumuh, sesak, dan tidak nyaman.
 
Update On : 01 January 1970 07:00:00 am

Write Your Comments

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfusedsurprisedbig surprisetongue laughtongue rolleye
tongue winkraspberryblank starelong faceohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirkcool grincool hmmcool madcool cheese
vampiresnakeexcaimquestion        

 


Indonesian Language and Culture Service
KARYA
EVENTS
AWARDS
PEMENANG MUHIBAH SENI DIRJEN DIKTI 2010
MEDIA TELEVISI
Ijin Penyiaran : 234/KEP/M.KOMINFO/8/2008
LAYANAN ORANG TUA/WALI
INFORMASI LOKAL
Laporgub Jateng
AGENDA

VIDEO UDINUS
1 |  2 |  3 |  4 |  5 |  6 |  7 |  8 
PROFIL

Kisah Sukses Jualan Hijab Via Online

Tsummadana Wulan

Hijab saat sudah menjadi salah satu trend mode di tanah air sehingga wanita tidak bosan mengenakan hijab yang itu-itu saja. Melihat peluang tersebut, Tsummadana Wulan (22) merintis karir dengan mendesain hijab dan menjualnya via online. Bahkan saat ini produknya sudah dipakai puluhan artis tan

........selanjutnya

BERIKALAH APA YANG KITA MILIKI

Alan Nuari WS

Berawal dari tempat yang terhormat dan begitu mulia yaitu Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi S1 Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Kami seluruh mahasiswa akuntansi S1 khususnya saya Alan Nuari WS,dengan NIM B12.2008.01247 banyak sekali mendapatkan ilmu dan berbagai pengalaman belajar selama di

........selanjutnya

Mengabdi Sebagai Penyuluh KB Kabupaten Demak

Richi Eka Yanti

Menjadi alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Udinus merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Materi yang saya dapat di perkuliahan sangat membantu sekali dalam pekerjaan saya yang sekarang ini sebagai penyuluh Keluarga Berencana (KB). Kebetulan waktu penerimaan penyuluh KB baru hanya saya yang d

........selanjutnya

Tetaplah SEMANGAT dalam kuliah

Muhammad Irham Jamal

Kuliah di Prodi S1 KesMas Peminatan K3LI F.Kes Udinus sangatlah menjadikan tantangan tersendiri bagi saya untuk mengaplikasikannya, terutama saat dapat kesempatan untuk Magang di Perusahaan yang Bonafide. Ilmu yang kita peroleh sewaktu kuliah aplikasikanlah saat sedang magang dan belajarl

........selanjutnya

Karakter dan softskills adalah nilai yang sangat dibutuhkan untuk berkarya di kehidupan nyata

Bernadus Andre

Seseorang yang selama 8 semester menekuni ilmu sastra inggris namun saat ini berprofesi di bidang perbankan sebagai staf pada direktorat Trade Finance Operation di salah satu bank dengan reputasi regional ASEAN, dialah Bernardus Andre Hernawan.

 

Sosoknya yang sederh

........selanjutnya

Menjadi Bagian dari 167 Top World Universities Ranking

Anisa Larasati

Saya alumni Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Dian Nuswantoro.  Saat ini saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di Faculty of Languages and Linguistics University of Malaya, Malaysia. University of Malaya (UM) adalah universitas terbaik di Malaysia yang masuk da

........selanjutnya

Tuna Netra, Sarjana Sastra FBS Udinus ber- IPK 3.46

Suryandaru

Suryandaru namanya,  salah seorang mahasiswa tunanetra yang kuliah di Udinus melalui program kerja sama antara Udinus dan DPD PERTUNI Jawa Tengah. PERTUNI merupakan singkatan dari Persatuan Tunanetra Indonesia dan merupakan organisasi kemasyarakatan tunanetra yang indepen

........selanjutnya

Kuasai Dunia Dengan Bahasa

Hery Pamungkas

Bisa tampil di Televisi barangkali menjadi impian bagi semua orang, demikian juga jalan hidup yang akhirnya mengarahkan sosok muda kelahiran Pati 12 Januari 1982 ini untuk berkecimpung di bidang penyiaran atau broadcasting yaitu menjadi Reporter, Presenter maupun Produser di salah satu TV Loka

........selanjutnya

Sukses Bukan Sebuah Titik

Nur Endhar Gustiarko

Alhamdulillah, Rabu 5 Oktober 2011 dalam Upacara Wisuda Ke-XLII, Saya resmi menjadi alumni Universitas Dian Nuswantoro Semarang ( UDINUS ). Sungguh perasaan senang bercampur haru mengingat pada hari itu Saya dikukuhkan menjadi seorang Sarjana, namun tentunya banyak kenangan dan pencapaian bers

........selanjutnya

Penulis Buku Komputer Security di Indonesia & di Malaysia

Fauzi Adi Rafrastara

Fauzi Adi Rafrastara. Lahir di Semarang, 30 April 1988. Menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Rembang. Pada tahun 2005, melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi dengan mengambil S1 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Jurusan Teknik Informatika. Pada tahun 2009, berkese

........selanjutnya

Jangan takut untuk belajar dan tetap semangat dalam memperbaiki diri

Andik Setyono

Andik Setyono, lahir pada tanggal 12 Pebruari 1980, merupakan alumni Universitas Dian Nuswantoro Semarang (UDINUS) pada tahun 2003 dan 2005 untuk gelar Sarjana dan Master dalam bidang teknologi informasi secara berurutan. Dia bekerja sebagai dosen di Fakultas Ilmu Komputer UDINUS, dimana saat

........selanjutnya

Di Madrasah Qudsyiah Kudus, Aku Mengawali Belajar IT

Fahri Firdausillah

Saat ini saya sedang melanjutkan studi S2 di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) fakultas Information and Communication Technology (ICT), sebelumnya saya pernah menjadi programmer, database adaministrator, dan juga webmaster di Universitas Dian Nuswantoro. Kalau anda mengira dulu saya s

........selanjutnya

Berlarilah jika tidak ingin tertinggal

Nisa`ul Hafidhoh

Beruntung sekali dapat menjadi bagian dari program kerjasama UDINUS dan ITB ini. Teringat pertama kali saat dosen UDINUS menitipkan saya kepada dosen di ITB, ada seorang dosen di ITB yang berpesan “Berlarilah jika tidak ingin tertinggal”. Benar yang saya rasakan malam-malam penuh &ldq

........selanjutnya

Producer program TV "TOLONG"

Apriyanto Nurdhani Putra Pamungkas Sari

Saya mengucapkan terima kasih atas diberinya kesempatan untuk membuat testimoni tentang profil saya ini. Saya dapat bekerja di Dreamlight Word Media ini adalah berkat dari Tuhan dan bimbingan dari bapak / ibu dosen di udinus sehingga saya bisa bekerja dengan baik dan semakin meningkat. Karena dal

........selanjutnya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Dumununging Ingsun Angrakso Nagoro Nuswantoro (DIAN NUSWANTORO)