Rangkuman: Enam film animasi pendek karya mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Animasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berhasil menembus seleksi awal Festival Film Indonesia (FFI) 2026 kategori Film Animasi Pendek. Lima karya dikembangkan melalui proses pembelajaran kuliah di Prodi Animasi Udinus, sedangkan satu karya merupakan luaran Program Inovasi Seni Nusantara Kemendiktisaintek RI yang melibatkan mahasiswa, dosen, alumni, siswa, dan mitra industri. Keenam film tersebut melewati seluruh tahapan produksi profesional dari pengembangan ide hingga penyelesaian akhir.
Karya yang bermula dari proses pembelajaran di Program Studi Sarjana Terapan Animasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kini mendapat kesempatan tampil di panggung nasional. Enam film animasi pendek karya mahasiswa resmi masuk seleksi awal Festival Film Indonesia (FFI) 2026 untuk kategori Film Animasi Pendek.
Keenam film tersebut adalah Asem Arang, Drowned in Internet, Kala Merekah, Sempurna?, The Last Petal, dan When The Flower Blooms. Lima di antaranya dikembangkan melalui pembelajaran pada mata kuliah di Prodi Animasi Udinus, sedangkan satu lainnya merupakan luaran Program Inovasi Seni Nusantara Kemendiktisaintek RI yang mengkolaborasikan mahasiswa, dosen, alumni, siswa, serta mitra industri.
Meski berasal dari skema pengembangan yang berbeda, seluruh film dikerjakan melalui rangkaian produksi terstruktur yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Prosesnya mencakup pengembangan ide dan cerita, desain karakter, storyboard, modeling, animasi, hingga rendering dan penyelesaian akhir (post-production).
Belajar Lewat Produksi Film
Ketua Program Studi Sarjana Terapan Animasi Udinus, Dr. Khafiizh Hastuti, M.Kom., menyampaikan bahwa produksi film menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kreatif sekaligus teknis.
“Capaian ini menunjukkan bahwa karya yang dihasilkan dalam proses akademik memiliki ruang untuk tampil di panggung perfilman nasional,” jelasnya.
Melalui produksi tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik animasi, tetapi juga mengasah kepekaan naratif dalam menerjemahkan gagasan ke dalam visual. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mempertemukan kemampuan teknis, kreativitas, dan kerja sama tim.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus, Sri Winarno, Ph.D., menambahkan bahwa pengalaman ini mendekatkan mahasiswa dengan alur kerja industri profesional.
“Lolosnya enam film animasi dalam seleksi awal FFI menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar membuat animasi di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk menghasilkan karya secara profesional,” ujarnya.
Keenam film tersebut menghadirkan beragam variasi cerita dan pendekatan visual, termasuk pengangkatan unsur kearifan lokal. Bagi mahasiswa, keterlibatan dari tahap produksi hingga seleksi FFI menjadi momentum berharga untuk memperluas jangkauan karya sekaligus memperkuat portofolio di industri kreatif. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Animasi Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Judul film animasi apa saja karya mahasiswa Udinus yang lolos seleksi awal FFI 2026?
Enam film animasi tersebut meliputi Asem Arang, Drowned in Internet, Kala Merekah, Sempurna?, The Last Petal, dan When The Flower Blooms.
Bagaimana latar belakang pengembangan keenam film animasi tersebut?
Lima film dikembangkan secara internal melalui pembelajaran mata kuliah berbasis proyek di Prodi Animasi Udinus, sementara satu film dikembangkan dari Program Inovasi Seni Nusantara Kemendiktisaintek RI.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses produksi film-film ini?
Proses produksi melibatkan mahasiswa dan dosen pendamping. Khusus karya luaran Program Inovasi Seni Nusantara, keterlibatan diperluas mencakup alumni, siswa sekolah mitra, dan praktisi industri.
Apa nilai tambah dari keterlibatan mahasiswa dalam seleksi Festival Film Indonesia (FFI) ini?
Keterlibatan ini memberikan pengalaman produksi berstandar industri, memperkuat portofolio profesional mahasiswa, serta membuktikan bahwa karya berbasis kelas akademik mampu bersaing di panggung perfilman nasional.