Rangkuman: Tim mahasiswa Program Sarjana Terapan Animasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang tergabung dalam Hotchkiss Studio berhasil meraih prestasi internasional melalui karya animasi Kala Merekah. Film pendek bertema alzheimer ini terpilih sebagai Official Selection kategori Animasi pada Animation Expo (AXPO) 2026 di STMM Yogyakarta. Menggabungkan teknik eksperimental stop-motion puppet kain dan latar belakang 2D, karya ini sukses bersaing dengan 160 pendaftar dari berbagai negara.
Prestasi di kancah internasional kembali diraih oleh tim mahasiswa dari Program Sarjana Terapan Animasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Tim yang terdiri dari sembilan mahasiswa ini terpilih sebagai Official Selection kategori Animasi di ajang Animation Expo (AXPO) 2026 melalui karya animasi berjudul Kala Merekah.
Animasi tersebut mengangkat isu alzheimer melalui kisah seorang anak yang pulang ke rumah dan mendapati ayahnya mengalami penurunan daya ingat. Karya ini selaras dengan tema yang diusung AXPO 2026, yakni “Dream Chaser”.
Festival film tersebut berlangsung selama tiga hari, pada Jumat–Minggu (11–13/09/2026) di Auditorium/Student Lounge Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) MMTC Yogyakarta. Ajang tahunan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Animasi STMM Yogyakarta (HIMASI STMM YK). Film yang terpilih mendapat kesempatan untuk hadir menyaksikan screening dan mengikuti sesi interview.

Salah satu anggota tim sekaligus compositing artist, Iqbal Wahyu Setiawan, menjelaskan bahwa proses pembuatan Kala Merekah diawali dengan riset mendalam mengenai penyakit alzheimer sebelum tim mengembangkan cerita, storyboard, desain karakter, dan background. Pada tahap animasi dan compositing, film ini menggunakan pendekatan hibrida 2D dengan karakter berbentuk stop-motion puppet berbahan utama kain.
“Kami menggunakan struktur cerita Kishōtenketsu untuk film ini. Alurnya dibangun secara perlahan dan memberikan plot twist di bagian akhir. Jenis animasi berbentuk stop-motion dipilih untuk membawa unsur nostalgia, sementara background 2D dibuat dengan gaya impresionistik agar terkesan seperti gambaran ingatan, bukan realitas,” jelas Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal menjabarkan bahwa penggabungan dua media animasi yang berbeda bertujuan memberikan kontras visual antara dunia nyata dan ingatan. Karakter fisik yang hadir di dunia nyata direpresentasikan lewat tekstur boneka kain, sedangkan lingkungan yang menggambarkan ingatan sang ayah divisualisasikan melalui sapuan kuas 2D yang lebih terkesan longgar dan abstrak.
“Penggabungan stop-motion puppet dengan background 2D ini memberikan tampilan visual yang unik dan menjadi salah satu aspek eksperimental yang kami lakukan,” tambah Iqbal.
Inovasi Eksperimental dan Kolaborasi Tim Produksi
Selain Iqbal, tim yang tergabung dalam Hotchkiss Studio ini melibatkan mahasiswa Animasi Udinus lainnya, di antaranya Sharon Laurencia, Rian Hidayat, Mochamad Diaz Prasetyo, Mahadika Hanania Said, Ika Muslianah, Helsa Maharani, Danuja Fazel Mawla Nabel, dan Kevin Aristiawan. Mereka terbagi dalam berbagai lini produksi, mulai dari pengembangan cerita, visual development, storyboard, desain karakter, background, animasi, hingga compositing.

Proses produksi mendapat arahan dan pendampingan dari dua dosen Animasi Udinus yang bertindak sebagai produser, yaitu Nita Virena Nathania dan Adita Surya Prayoga. Sementara itu, Ketua Program Sarjana Terapan Animasi Udinus, Dr. Khafiizh Hastuti, M.Kom., turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi kelompok mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas kreatif mahasiswa Animasi Udinus mampu bersaing di level internasional.
“Melalui kompetisi ini, kami mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang animasi, menambah pengalaman, serta memperluas relasi di level mancanegara,” pungkasnya.
Secara rinci, Kala Merekah bersaing dengan 160 film animasi yang mendaftar ke AXPO 2026 hingga akhirnya berhasil lolos bersama 36 karya terpilih. Dari total karya terpilih tersebut, sebanyak 30 di antaranya merupakan karya dari kreator mancanegara, menjadikan Kala Merekah salah satu dari sedikit karya lokal Indonesia yang lolos di tengah dominasi peserta internasional.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan quality education yang dihasilkan dari proses pembelajaran animasi di Udinus, serta menjadi wujud global citizenship mahasiswa Indonesia dalam memperkenalkan pendekatan kreatif ke audiens dunia. Eksperimen penggabungan teknik stop-motion dan 2D yang dijalankan tim turut merepresentasikan product innovation sekaligus process innovation di ranah industri kreatif tanah air. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa judul karya animasi mahasiswa Udinus yang berhasil tembus Official Selection di AXPO 2026?
Karya animasi tersebut berjudul Kala Merekah, sebuah film pendek yang mengusung tema alzheimer dan diproduksi oleh sembilan mahasiswa Program Sarjana Terapan Animasi Udinus yang tergabung dalam Hotchkiss Studio.
Teknik dan pendekatan visual apa yang digunakan dalam pembuatan film Kala Merekah?
Film ini menggunakan teknik hibrida eksperimental dengan menggabungkan stop-motion puppet berbahan kain untuk karakter di dunia nyata serta latar belakang 2D bertema impresionistik untuk menggambarkan ingatan.
Kapan dan di mana ajang Animation Expo (AXPO) 2026 diselenggarakan?
Festival animasi ini berlangsung pada 11–13 September 2026 di Auditorium/Student Lounge STMM MMTC Yogyakarta dan diselenggarakan oleh HIMASI STMM Yogyakarta.
Bagaimana pencapaian film Kala Merekah di tengah persaingan pendaftar internasional?
Film Kala Merekah berhasil menyisihkan 160 pendaftar global dan menjadi salah satu dari 36 karya terpilih, yang mana 30 di antaranya merupakan karya buatan kreator mancanegara.