Rangkuman: Dosen sekaligus peneliti Udinus yang menjabat sebagai Vice President AHLA menjadi pembicara dalam Special Lecture internasional di University of the Philippines Manila pada Kamis (14/08/2026). Dalam sesi AI and Digital Health Literacy, disampaikan pentingnya kemampuan masyarakat memahami dan mengevaluasi informasi kesehatan digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kiprah ini didukung oleh pusat riset HeLiS DigiPro Udinus yang aktif mengembangkan Digital Health Competency Dictionary bersama CISDI dan Transform Health.
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan literasi kesehatan digital di tingkat internasional. Dosen sekaligus peneliti Udinus, Enny Rachmani, S.K.M., M.Kom., Ph.D., menjadi pembicara dalam Special Lecture bertajuk “Advancing Public Health Literacy in a Changing World: AI, Nutrition, and Environmental Health” yang digelar Asian Health Literacy Association (AHLA) bersama College of Public Health, University of the Philippines Manila secara hybrid pada Kamis (14/08/2026).
Dalam forum tersebut, Dr. Enny tampil pada sesi AI and Digital Health Literacy. Ia membahas pentingnya kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan digital secara tepat, termasuk informasi yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence (AI).
Dr. Enny yang juga menjabat sebagai Vice President AHLA menjelaskan bahwa teknologi kesehatan digital berpeluang meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan. Namun, pemanfaatannya perlu diiringi kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan informasi kesehatan secara tepat serta bertanggung jawab.
“Pemanfaatan teknologi kesehatan digital harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan yang tersedia secara tepat dan bertanggung jawab, termasuk informasi yang dihasilkan oleh AI,” jelasnya.
Keterlibatan Dr. Enny turut memperkuat peran Udinus melalui AHLA Country Office Indonesia dalam mendorong kolaborasi, penelitian, dan pengembangan kapasitas health literacy di kawasan Asia.
Komitmen tersebut juga didukung Research Center of Health Literacy and Digital Innovation in Health Promotion (HeLiS DigiPro) Udinus yang berfokus pada literasi kesehatan, kesehatan digital, promosi kesehatan, dan teknologi informasi. Pusat riset ini aktif dalam penelitian, publikasi, pelatihan, dan kolaborasi global, termasuk pengembangan Digital Health Competency Dictionary bersama CISDI dan Transform Health.
“Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional, Udinus terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Dr. Enny. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa dosen Udinus yang menjadi pembicara dalam forum internasional AHLA di Filipina?
Dosen sekaligus peneliti Udinus yang menjadi pembicara adalah Enny Rachmani, S.K.M., M.Kom., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Vice President AHLA.
Materi apa yang disampaikan oleh perwakilan Udinus dalam sesi forum tersebut?
Materi yang dibahas berada pada sesi AI and Digital Health Literacy, yaitu mengenai pentingnya kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) secara tepat dan bertanggung jawab.
Apa peran pusat riset HeLiS DigiPro Udinus dalam pengembangan literasi kesehatan digital?
HeLiS DigiPro berfokus pada penelitian, publikasi, dan kolaborasi global di bidang promosi kesehatan digital, termasuk menyusun Digital Health Competency Dictionary bersama CISDI dan Transform Health.
Bagaimana dampak partisipasi Udinus dalam forum internasional ini bagi pengembangan ilmu pengetahuan?
Keterlibatan ini memperkuat peran Udinus melalui AHLA Country Office Indonesia dalam mendorong riset, kolaborasi lintas negara, serta peningkatan kapasitas health literacy di kawasan Asia.