Lewati ke konten utama

DRC Udinus Lolos Final KRTI 2026, Bawa UAV untuk Deteksi Kebakaran

DRC Udinus Lolos Final KRTI 2026, Bawa UAV untuk Deteksi Kebakaran

Dinus Robotic Club (DRC) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali membawa karya mahasiswa ke tingkat nasional. Melalui tim DN-WIDYAHIKARA, DRC Udinus lolos ke Final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 Divisi Technology Development dengan membawa pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk mendeteksi kebakaran.

UAV tersebut digunakan untuk memantau area rawan kebakaran melalui sistem deteksi yang dipadukan dengan Decision Support System (DSS). Sistem ini juga memberikan informasi mengenai kondisi wahana saat beroperasi.

Pengembangan sistem tersebut dilakukan oleh Maulana Ibnu Sahban bersama Wisnu Anindito, Taufiq Atmaja Rasyiddin, dan Valencia Angela Permatasari di bawah bimbingan Ihtifazhuddin Hawari, M.T. Karya ini mengusung judul "UAV dengan Integrasi Fire Detection untuk Monitoring Area Rawan Kebakaran dan Decision Support System sebagai Predictive UAV Condition".

Tak hanya mengembangkan sistem deteksi, tim juga perlu memastikan perangkat lunak dan perangkat keras dapat bekerja bersama. Salah satunya melalui Ground Control Station (GCS) yang digunakan untuk mengoperasikan UAV.

"Karena KRTI ini bukan hanya software atau hardware saja, tetapi harus memadukan keduanya dan itu harus selaras, terkhusus di bagian Ground Control Station (GCS) untuk wahananya," ujar Maulana.

Perjalanan Menuju Final

Sebelum akhirnya melaju ke tahap final, DN-WIDYAHIKARA mengikuti rangkaian seleksi. Mulai dari pengajuan proposal rancangan teknis yang mencakup ide, sistem wahana, dan arsitektur teknologi. Seleksi kemudian berlanjut ke tahap wilayah secara daring melalui presentasi dan demonstrasi karya.

Dari tahapan tersebut, DN-WIDYAHIKARA menjadi satu dari 16 tim yang lolos ke Final Divisi Technology Development KRTI 2026. Babak final digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan, pada 21 hingga 25 September 2026.

Persiapan menuju kompetisi dilakukan melalui bimbingan dosen dan pendanaan riset dari Udinus. DRC juga mendampingi tim melalui anggota senior selama proses pengembangan dan persiapan karya.

Saat ini, persiapan tim berfokus pada penyempurnaan sistem dan kesiapan operasional di lapangan. Pengujian akhir dilakukan untuk memastikan sistem, stabilitas terbang wahana, serta keandalan komunikasi UAV sebelum digunakan dalam kompetisi.

"Saat ini persiapan kami berfokus pada penyempurnaan sistem dan kesiapan operasional di lapangan. Kami sedang melakukan pengujian akhir pada sistem, stabilitas terbang wahana, serta keandalan komunikasi drone," ujar Maulana.

Bagi Maulana, kesempatan tampil di tingkat nasional menjadi ruang bagi tim untuk membawa karya DRC Udinus sekaligus menguji hasil pengembangan mereka dalam kompetisi. Pencapaian tim ini turut mencerminkan semangat industry innovation and infrastructure dan climate action dalam pengembangan teknologi UAV untuk mitigasi bencana kebakaran di Indonesia.

"Harapan terbesar kami tentu bisa tampil maksimal saat kompetisi, membawa pulang gelar juara di kategori Technology Development, dan membawa nama Udinus di tingkat nasional," kata Maulana. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa yang dibawa DRC Udinus dalam Final KRTI 2026?
DRC Udinus melalui tim DN-WIDYAHIKARA membawa UAV yang dilengkapi sistem Fire Detection untuk memantau area rawan kebakaran.

Apa fungsi Decision Support System (DSS) pada UAV tersebut?
DSS digunakan untuk memberikan informasi mengenai kondisi wahana saat UAV beroperasi.

Bagaimana DN-WIDYAHIKARA bisa lolos ke Final KRTI 2026?
Tim mengikuti seleksi proposal yang dilanjutkan dengan seleksi tingkat wilayah melalui presentasi dan demonstrasi karya, hingga menjadi satu dari 16 tim yang lolos ke Final Divisi Technology Development.

Kapan dan di mana Final KRTI 2026 digelar?
Babak final KRTI 2026 digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan, pada 21 hingga 25 September 2026.

Berita Terbaru
Pendaftaran PMB Dian Nuswantoro