Lewati ke konten utama

Udinus Bekali 3.658 Mahasiswa Baru Nilai Kepemimpinan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual dalam Kuliah Umum Dinus Inside 2026

Udinus Bekali 3.658 Mahasiswa Baru Nilai Kepemimpinan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual dalam Kuliah Umum Dinus Inside 2026

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar Kuliah Umum dalam Pembukaan Dinus Inside 2026 di Kampus Udinus Semarang pada Senin (7/9/2026). Acara yang diikuti oleh 3.658 mahasiswa baru ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, serta Kepala Biro Kedokteran Kepolisian Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F.

Rangkaian Dinus Inside 2026 ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 7 hingga 9 September 2026. Pada hari pertama pembukaan, kegiatan diawali dengan upacara resmi dan pelantikan mahasiswa baru oleh Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., yang disaksikan oleh pimpinan Yayasan Dian Nuswantoro, bersama seluruh Wakil Rektor dan juga Dekan dari setiap fakultas.

Prof. Pulung menjelaskan bahwa kuliah umum mengundang dua pemateri yang mampu memberikan insight yang berbeda kepada mahasiswa baru Udinus yang merupakan Generasi Z. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, Udinus membekali mahasiswa mengenai cara berbangsa, bernegara, dan survival skill.

“Kami ingin membentuk jiwa pejuang bagi mahasiswa, dan saya senang sekali melihat mahasiswa Generasi Z ini sangat kritis-kritis,” lanjutnya.

Pentingnya Teladan Kepemimpinan

Materi kuliah umum pertama disampaikan oleh Putri Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid, yang turut menyampaikan rasa bahagianya dapat hadir dan merayakan momen istimewa bersama seluruh mahasiswa baru Udinus. Perayaan yang biasanya berlangsung di Jakarta, pada kesempatan ini khusus dirayakan bersama seluruh mahasiswa baru Udinus di Semarang.

“Hari ini jadi hari yang istimewa bagi saya, bagi kami keluarga Presiden ke-4 RI. Karena hari ini adalah hari ulang tahun beliau, dan hari ulang tahun dari yayasan yang saya dirikan bersama Bapak saya, yaitu Wahid Foundation,” tutur Yenny.

Dalam pemaparannya, Yenny Wahid membagikan kisah keteladanan almarhum sang ayah dan juga ibundanya, yang terus berkontribusi bagi dunia meski memiliki keterbatasan fisik. Teladan ini bertujuan agar bisa mendorong mahasiswa untuk tidak mudah menyerah ketika ada rintangan di kehidupan.

“Ayah saya adalah the first blind president ever elected in the world dan pernah terpilih oleh Majalah Time sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh sedunia. Sementara Ibu saya, walau di kursi roda tetap keliling Indonesia setiap Ramadan memberi makan duafa dengan panitia lintas agama,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa Udinus sangat beruntung karena memiliki privilege untuk mengenyam pendidikan tinggi yang tidak bisa dirasakan oleh semua orang.

“Kalian ini orang-orang istimewa semua karena dari hampir 300 juta penduduk Indonesia, yang bisa sekolah sampai perguruan tinggi paling di bawah 5 juta. Apalagi Udinus memberi bekal nilai dumunung ing ingsun angraksa nagara Nusantara, yang merupakan sebuah prinsip, bahwa keberadaan seseorang adalah untuk membantu merawat dan menjaga negara untuk membantu merawat negara,” tegas Yenny.

Yenny berpesan agar mahasiswa memegang teguh tiga nilai utama, yaitu kesamaan derajat, toleransi menghargai perbedaan, serta kepemimpinan. “Karena kalian punya privilege pendidikan tinggi, maka kalian diharapkan untuk menjadi pemimpin di masyarakat,” ucapnya.

Usai materi, Wahid Foundation hadir memberikan dukungan beasiswa yang disalurkan kepada 10 mahasiswa yang saat ini sedang menempuh perkuliahan, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai perayaan hari ulang tahun Wahid Foundation ke-22 sekaligus hari ulang tahun almarhum Presiden ke-4 RI.

Cegah Kekerasan Seksual di Kampus

Kuliah umum kedua dilanjutkan oleh Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti yang memaparkan materi penanggulangan kekerasan fisik dan seksual di lingkungan kampus. dr. Hastry menjelaskan berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kontak fisik tanpa persetujuan, kekerasan dalam pacaran, hingga kekerasan berbasis digital.

“Dampak kekerasan seksual sangat fatal karena memicu trauma psikologis, depresi, penurunan prestasi akademik, hingga gangguan kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, pencegahan primer seperti edukasi kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, dan kampanye anti-kekerasan harus digalakkan di kampus,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Hastry menekankan pentingnya deteksi dini, penyiapan sistem pelaporan yang aman, serta penerapan penanganan multidisiplin yang mengutamakan kepentingan korban. Penanganan ini melibatkan kerja sama dokter, psikolog, pihak kampus, dan penegak hukum untuk memproses pelaku serta memulihkan korban secara tuntas.

“Penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi harus dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan pendekatan empatik serta bukti medis demi keadilan korban. Seluruh elemen kampus memiliki peran penting dalam memutus rantai kekerasan demi menciptakan ruang belajar yang aman,” tegas dr. Hastry.

Melalui pelaksanaan Kuliah Umum ini, Udinus berharap mahasiswa baru tumbuh menjadi pribadi yang bertoleransi tinggi dan berjiwa pemimpin. Seluruh civitas akademika juga didorong untuk aktif menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Editor: Nining. Foto: Humas Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa saja narasumber utama yang hadir mengisi Kuliah Umum tersebut?
Narasumber yang hadir adalah Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, serta Kepala Biro Kedokteran Kepolisian Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F.

Apa saja nilai-nilai utama yang disampaikan oleh Yenny Wahid kepada mahasiswa baru?
Yenny Wahid menekankan tiga nilai utama, yaitu kesamaan derajat, toleransi menghargai perbedaan, dan kepemimpinan, serta mengimbau mahasiswa memanfaatkan hak istimewa (privilege) pendidikan tinggi untuk membantu merawat negara.

Kegiatan seremonial apa yang diselenggarakan Wahid Foundation dalam acara tersebut?
Wahid Foundation menyalurkan beasiswa pendidikan kepada 10 mahasiswa Udinus dan menggelar pemotongan tumpeng untuk memperingati milad ke-22 Wahid Foundation sekaligus hari ulang tahun almarhum Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Materi apa yang dipaparkan oleh Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti?
Ia memaparkan materi pencegahan dan penanggulangan kekerasan fisik, seksual, hingga digital di kampus, serta menekankan pentingnya deteksi dini, sistem pelaporan yang aman, dan penanganan multidisiplin yang berpatokan pada perlindungan korban.

Berita Terbaru