Himpunan Mahasiswa (HM) Kesehatan Lingkungan (Kesling) launching dan resmikan sistem Landslide Early Warning System (LEWS) yang mampu mendeteksi adanya pergerakan tanah dan potensi tanah longsor. Launching tersebut sukses dilaksanakan di Desa Kalongan, Ungaran Timur baru-baru ini.
Program ini dijalankan oleh 14 mahasiswa program studi S-1 Kesehatan Lingkungan Udinus dan 1 mahasiswa program studi S-1 Sistem Informasi Udinus. Mereka dalam progresnya berhasil meresmikan 2 alat berbentuk panel surya dengan sumber tenaga baterai yang tersambung pada aplikasi dengan 3 kecanggihan yakni mendeteksi tingkat bahaya dengan kategori tinggi, sedang dan rendah.
Ketua Tim PPKO HM Kesling Udinus, Zahra Yulia mengatakan fitur dalam aplikasi dapat mendeteksi adanya pergerakan tanah dan potensi tanah longsor yang akan terjadi. Selain itu, sistem aplikasi juga terhubung pada panel surya yang sudah tertanam di tanah pada 2 pusat lokasi pendeteksi, yakni di Dusun Bandungan dan Dusun Dampu. Dua dusun tersebut terindikasi sebagai dusun darurat tanah longsor.
“Aplikasi tersebut juga terhubung dengan web desa sebagai pusat pengelolaan yang akan dikelola secara langsung oleh pemerintah desa setempat. Para warga juga dapat mengakses aplikasi tersebut untuk bisa mendapatkan pemberitahuan mengenai kondisi keamanan tanah sekitar dengan cara mengunduh aplikasi melalui playstore,” jelasnya.
Sebelumnya mereka juga telah mensosialisasikan mengenai program pemetaan berbasis geographic information system dan mitigasi bencana longsor dengan metode LEWS di kampung iklim desa Kalongan, Ungaran Timur.
Pada peresmian yang diadakan pada 5 Oktober dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus, Dr. Kusni Ingsih, MM, Kaprodi S-1 Kesehatan Lingkungan sekaligus pendamping PPKO Ormawa HM Kesling, Dr. Drs. Slamet Isworo, M.Kes. Selain itu, turut hadir pula h berbagai jajaran dari Kabupaten Semarang salah satunya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Semarang dan juga Sekretasi Desa Kalongan.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Kusni Ingsih, MM berterima kasih atas dukungan dari para masyarakat Desa Kalongan. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, berharap teknologi yang dirancang oleh tim PPKO HM Kesling mampu menjawab permasalahan yang ada di Desa Kalongan. Kegiatan PPKO juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk meningkatkan softskill mereka.
“Kerja keras dari para mahasiswa yang tergabung dalam PPKO HM Kesling luar biasa dan hasilnya telah dapat direalisasikan secara baik. Kami juga mendorong mahasiswa untuk terjun ke masyarakat untuk melakukan pengabdian,” tutupnya. (Humas Udinus/Alex. Foto: Dok. HM Kesling)