Budaya tradisional semakin terkikis seiring dengan perkembangan zaman, melihat keprihatinan tersebut menggerakkan Program Studi (Prodi) D-4 Film dan Televisi (FTV) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (P2MD) mereka melakukan Optimalisasi Cagar Budaya Sobokartti di Kelurahan Kebonagung, beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Biro FTV Udinus itu sebagai upaya melestarikan Desa Seni Budaya Melalui Ekshibisi Film dan Seni Tradisional Berbasis Kearifan Lokal. Hal itu bertujuan untuk mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda. Program tersebut memanfaatkan Gedung Cagar Budaya Sobokartti sebagai lokasinya.
Ketua Pelaksana Bioskop Mini PPK Ormawa FTV Udinus, Akbar Ikhlas Ardiansyah pelestarian budaya tradisional dilakukan karena sudah mulai terlupakan khususnya di kalangan anak muda. Melalui survei yang telah dilakukan, pengunjung di salah satu cagar seni di Kota Semarang terus menurun. Salah satu agenda yang dilakukan yakni pemutaran dua film yang bercerita tentang keresahan keberlangsungan kesenian tradisional.
“Pada kegiatan ini kami mengajak masyarakat umum, siswa sanggar sobokartti hingga anggota karang taruna kebonagung untuk ikut berpartisipasi. Melalui program ini tidak hanya untuk merevitalisasi fungsi gedung saja, tetapi juga menumbuhkan ruang baru untuk berdiskusi dan berjejaring bagi sesama pelaku lintas kesenian,” jelasnya.
Ketua Prodi D-4 FTV Udinus, Ruri Suko Basuki menambahkan penampilan film pun dikemas dalam bentuk Bioskop Mini yang berkelanjutan serta dilakukan pementasan seni. Sehingga tidak mengurangi unsur orisinal Sobokartti sebagai tempat berkumpulnya kesenian. Sehingga dapat dilakukan diversifikasi program pertunjukan untuk mendatangkan pengunjung baru dan tetap merawat minat pengunjung lama.
“Untuk saat ini kami fokus untuk menjangkau perkumpulan seni tari, gamelan, dan padegalan. Harapan kedepannya kami akan melebarkan sayap dan mendatangkan perkumpulan seni lain seperti teater, musik dan film. Pemberdayaan kelurahan kebonagung sebagai desa seni juga menjadi tujuan jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, Pengurus Gedung Sobokartti, Darmadi mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh mahasiswa Udinus. Adanya program pemberdayan masyarakat dan pelatihan film di Sobokartti tentu memberi dampak yang positif.
“Ilmu ini sangat bermanfaat untuk remaja dan warga setempat, kedepannya kami berharap akan ada program-program lanjutan yang bisa mengangkat nama Sobokartti dan membantu melestarikan kebudayaan tradisional,” tutupnya. (Humas Udinus/Haris. Foto: Dok. Biro FTV Udinus)