Fakultas Kesehatan (Fkes) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar diskusi akademik terkait pengembangan kurikulum di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas). Diskusi tersebut menghadirkan pemateri Prof. Dr. Besral, SKM, MSc dari Universitas Indonesia yang membahas pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.

Kegiatan ini berlangsung di ruang serbaguna I lantai 5 dan diikuti oleh para dosen di lingkungan Fkes Udinus. Dibuka secara langsung dengan sambutan oleh Wakil Rektor bidang Akademik Udinus, Dr. Drs. Abdul Syukur, M.M.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor bidang Akademik Udinus, Dr. Drs. Abdul Syukur, M.M., menekankan bahwa pembaruan kurikulum menjadi bagian dari komitmen Udinus dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami terus berupaya agar kurikulum yang diterapkan dapat sesuai dengan standar akademik nasional dan kebutuhan industri, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya.

Dekan Fkes Udinus, Enny Rachmani, S.K.M., M.Kom., Ph.D., menyampaikan harapannya agar diskusi tersebut memberikan masukan bagi fakultas dalam menyusun kurikulum yang lebih baik.

Selain itu, adanya diskusi tersebut, kurikulum di Fkes Udinus semakin relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan digital. Enny juga menegaskan pentingnya penerapan kurikulum berbasis OBE di lingkungan Kesmas.

Saat ini, Tiga program studi di Fkes Udinus, yakni S1 Kesehatan Masyarakat, D-3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, serta S1 Kesehatan Lingkungan telah terakreditasi  A dan unggul. Selain itu, Fkes Udinus juga memiliki dua program studi baru, yaitu S2 Kesehatan Masyarakat dan D4 Manajemen Informasi Kesehatan. 

“Melalui diskusi ini, kami ingin tetap menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Namun tidak meninggalkan ciri khas dari Udinus,” ungkapnya.

Ikuti Perkembangan Ilmu dan Teknologi

Pada paparannya, Prof. Dr. Besral menjelaskan bahwa kurikulum Kesmas, telah dirancang untuk mengarah ke digital public health serta berbasis OBE. Menurutnya, kurikulum harus selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. 

Oleh karena itu, di bidang kesehatan masyarakat, pendekatannya sudah mengarah ke digital public health serta outcome-based education. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program studi Kesmas hanya perlu mengadopsi kurikulum yang telah dikembangkan oleh IPTKMD di tingkat pusat.

“Kurikulum kita telah dirancang berdasarkan capaian pembelajaran lulusan. Tinggal ditambahkan komponen lokal serta kekhasan dari masing-masing program studi,” tutupnya. (Humas Udinus/Alex. Foto: Humas Udinus)