Ketua Program Sarjana Sastra Jepang Udinus, Dr. Akhmad Saifudin, S.S., M.Si., terpilih sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Konsorsium Program Studi Jepang Indonesia (KPSJI) Jawa Tengah dan DIY periode 2026-2028 dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KPSJI 2026 di Savero Hotel, Depok, pada 21 hingga 22 Agustus 2026. Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, mutu akademik, dan kolaborasi 11 program studi Jepang di wilayah tersebut, dari total 49 anggota KPSJI yang terbagi dalam lima wilayah kerja secara nasional.
Kualitas dosen di lingkungan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus dipercaya oleh berbagai instansi. Belum lama ini, Udinus melalui Ketua Program Sarjana Sastra Jepang, Dr. Akhmad Saifudin, S.S., M.Si., resmi terpilih sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Konsorsium Program Studi Jepang Indonesia (KPSJI) Jawa Tengah dan DIY periode 2026-2028.
Jabatan tersebut ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KPSJI 2026 di Savero Hotel, Depok, pada 21 hingga 22 Agustus 2026. Ia menjadi satu dari lima Korwil yang ditetapkan dalam forum tersebut untuk mewakili lima wilayah kerja KPSJI.
“Saat ini, wilayah Jawa Tengah dan DIY sendiri memiliki 11 program studi yang tergabung dalam KPSJI. Udinus menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang dipercaya, di antara perguruan tinggi negeri lainnya seperti Undip, UGM, Unsoed, dan Unnes,” tegas Akhmad pada Senin (24/08/2026).
Dorong Mutu Akademik
Penetapan Korwil menjadi bagian dari upaya KPSJI memperkuat tata kelola dan keberlanjutan organisasi. Saat ini, KPSJI menaungi 49 anggota yang terbagi dalam lima wilayah kerja.
Arah tersebut sejalan dengan fokus Rakornas 2026 yang membahas peningkatan mutu Program Studi Jepang melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), akreditasi LAM, serta berbagi praktik baik antarprogram studi. Akhmad mengatakan, penguatan mutu menjadi bagian penting dalam pengembangan Program Studi Jepang.
“Penguatan mutu akademik perlu berjalan bersama dengan kolaborasi antarprogram studi agar Program Studi Jepang dapat terus berkembang,” ujar Akhmad.
Kolaborasi antarprogram studi juga menjadi perhatian Akhmad dalam menjalankan peran barunya. Ia ingin koordinasi di tingkat wilayah tidak berhenti pada komunikasi, tetapi berkembang menjadi ruang untuk saling berbagi dan bekerja sama.
“Melalui koordinasi wilayah, kami ingin memperkuat komunikasi dan membuka lebih banyak ruang untuk berbagi praktik baik antar program studi,” tambah Akhmad.
Dengan demikian, peran Korwil tidak hanya menjadi bagian dari tata kelola KPSJI, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi Program Studi Jepang di Jawa Tengah dan DIY. Peran ini turut mencerminkan semangat quality education dan partnerships for the goals dalam memperkuat jejaring pendidikan tinggi program studi bahasa asing di Indonesia. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Kaprodi Sastra Jepang Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang terpilih sebagai Korwil KPSJI Jawa Tengah dan DIY?
Dr. Akhmad Saifudin, S.S., M.Si., Ketua Program Sarjana Sastra Jepang Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
Kapan Akhmad ditetapkan sebagai Korwil KPSJI?
Akhmad ditetapkan dalam Rakornas KPSJI 2026 yang berlangsung pada 21 hingga 22 Agustus 2026 di Savero Hotel, Depok.
Berapa program studi yang tergabung dalam KPSJI wilayah Jawa Tengah dan DIY?
Terdapat 11 program studi yang tergabung dalam wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Apa yang dibahas dalam Rakornas KPSJI 2026?
Rakornas membahas penguatan tata kelola organisasi serta peningkatan mutu Program Studi Jepang melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), akreditasi LAM, dan berbagi praktik baik antarprogram studi.