Skip to main content

FKes Udinus dan CISDI Kenalkan Kamus Kompetensi Kesehatan Digital pada Maba di Dinus Inside 2026

FKes Udinus dan CISDI Kenalkan Kamus Kompetensi Kesehatan Digital pada Maba di Dinus Inside 2026

Perkembangan teknologi ikut mengubah kompetensi yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan di era modern. Kondisi tersebut mendorong Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bekerja sama menyusun Kamus Kompetensi Kesehatan Digital bagi tenaga kesehatan.

Luaran dari kolaborasi ini dikenalkan langsung kepada maba FKes Udinus yang menjadi bagian dari rangkaian hari kedua Dinus Inside 2026 pada Selasa (08/09/2026). Kegiatan yang masuk dalam sesi fakultas ini berlokasi di lapangan voli pelataran Gedung D Udinus.

Dekan FKes Udinus, Dr. Enny Rachmani, S.KM., M.Kom., Ph.D. dalam paparannya mengatakan bahwa kamus tersebut disusun melalui Research Center of Health Literacy and Digital Innovation in Health Promotion. Penyusunannya melibatkan para ahli, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait.

“Kami menyusun kamus kompetensi mengenai apa saja yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan di bidang kesehatan digital. Misalnya profesi dokter, kesehatan masyarakat, dan lainnya harus menguasai literasi digital apa saja,” ujarnya.

Penyusunan kamus tersebut merupakan bagian dari kerja sama FKes Udinus dengan CISDI yang telah berjalan sejak Mei 2026 dan direncanakan berlangsung hingga September 2027. Saat ini, draf kamus telah selesai disusun dan tengah memasuki tahap penerimaan masukan dari berbagai organisasi profesi tenaga kesehatan.

Pengenalan kamus kompetensi ini menjadi pijakan awal yang sangat krusial bagi maba FKes Udinus. Memahami peta kompetensi digital sejak hari kedua orientasi kampus tidak hanya membekali para calon tenaga kesehatan dengan wawasan inovasi public health, tetapi juga menanamkan kesadaran etika, kerahasiaan data pasien, dan adaptabilitas teknologi. Hal ini menjadi modal penting agar maba FKes Udinus siap menjadi garda terdepan transformasi layanan kesehatan digital yang responsif dan berdaya saing global sejak dini.

Libatkan Tenaga Kesehatan dan Sosialisasi Kuliah Umum

Keterlibatan aktif dari para tenaga kesehatan sangat diperlukan agar kompetensi yang dirumuskan dapat sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. FKes Udinus juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi praktisi kesehatan untuk memberikan masukan terhadap draf kamus tersebut.

“Kami meminta masukan dari para profesi tenaga kesehatan agar memberikan masukan terhadap kamus ini. Harapannya, kamus ini nantinya dapat diterima dan diimplementasikan secara luas,” kata Enny.

Kerja sama tersebut turut diperkuat melalui kuliah umum bertajuk “Transformasi Kesehatan Digital Indonesia” dalam rangkaian Dinus Inside 2026. Sesi ini menghadirkan Global Health Innovation Manager CISDI, Anesthesia Novianda, S.Sos. Pada kesempatan ini, ia berpesan kepada para maba bahwa calon tenaga kesehatan harus memahami perkembangan digital sejak dini agar mampu melihat peluang pengembangan layanan kesehatan.

“Penting untuk memberikan wawasan sedini mungkin kepada calon tenaga kesehatan agar mereka dapat berpikir lebih jauh dari sekadar layanan yang ada saat ini,” ujar Anesthesia.

Melalui kuliah umum tersebut, maba juga dikenalkan pada intervensi digital di layanan kesehatan serta pentingnya menjaga privasi dan etika dalam pengelolaan data kesehatan.

Sebagai informasi, rangkaian Dinus Inside 2026 berlangsung selama tiga hari mulai dari 7 hingga 9 September 2026. Pada hari pertama pembukaan sebelum masuk sesi fakultas, seluruh maba mengikuti upacara resmi dan pelantikan oleh Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., yang disaksikan oleh pimpinan Yayasan Dian Nuswantoro, bersama seluruh Wakil Rektor dan Dekan dari setiap fakultas. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Nisfah)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa yang ingin dicapai melalui penyusunan Kamus Kompetensi Kesehatan Digital oleh FKes Udinus dan CISDI?
Kamus ini disusun untuk menjadi panduan dan acuan standar kompetensi literasi digital yang wajib dimiliki oleh berbagai profesi tenaga kesehatan di Indonesia.

Siapa saja yang dilibatkan dalam penyusunan Kamus Kompetensi Kesehatan Digital ini?
Penyusunan kamus ini melibatkan para ahli kesehatan, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan terkait melalui riset FKes Udinus dan CISDI.

Mengapa pengenalan kamus kompetensi ini penting bagi maba FKes Udinus pada Dinus Inside 2026?
Pengenalan ini penting untuk membekali maba FKes Udinus sejak dini mengenai arah transformasi kesehatan digital, pemanfaatan teknologi, serta etika dan privasi data pasien sebelum mereka terjun ke dunia profesional.

Berapa lama jangka waktu kerja sama antara FKes Udinus dan CISDI berlangsung?
Kerja sama strategis antara FKes Udinus dan CISDI ini berlangsung sejak Mei 2026 dan direncanakan berjalan hingga September 2027.

Berita Terbaru