Skip to main content

iSemantic 2026 Sukses Digelar, Wadahi Ratusan Paper Berstandar Scopus dari Berbagai Negara

iSemantic 2026 Sukses Digelar, Wadahi Ratusan Paper Berstandar Scopus dari Berbagai Negara

International Seminar on Application for Technology of Information and Communication (iSemantic) 2026 sukses diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Konferensi internasional ini menyeleksi kurang lebih 150 paper dari Indonesia, India, Iraq, Palestina, Irlandia, Bangladesh, hingga Amerika.

Dalam sambutan pembukaan Sabtu (19/9/2026), Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi tanggung jawab. Teknologi tidak melulu harus canggih, tetapi juga harus relevan, inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan dunia nyata.

“Kolaborasi akademik internasional bukan sekadar peluang, melainkan bagian esensial dalam menciptakan solusi berdampak. Karena penelitian tidak boleh berhenti hanya pada publikasi, inovasi tidak boleh berhenti pada prototipe, dan teknologi tidak boleh berhenti pada demonstrasi,” ujarnya.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Muljono, S.Si., M.Kom., menyebut seleksi paper dilakukan ketat. Kurang lebih dari 150 paper yang masuk, dilakukan seleksi untuk mengkurasi paper yang tidak memenuhi standar publikasi internasional dan terindeks Scopus.

“Dari paper yang sudah kami seleksi, terdapat 36 peserta yang akan mempresentasikan papernya secara langsung, dan 70 peserta sisanya dari berbagai negara kami fasilitasi untuk melakukan presentasi secara online,” terang Prof. Muljono.

Sesi keynote menghadirkan tiga pembicara utama: Dr. Ripon Chakrabortty dari UNSW Canberra, Australia, Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., M.I.A.Eng., M.I.E.E.E., Ph.D. dari Universitas Negeri Malang, dan Prof. Dr. Aris Marjuni, S.Si., M.Kom. dari Udinus. Ketiganya membawakan materi lintas disiplin yang relevan dengan tema optimasi energi dan transformasi digital.

Hadir sebagai salah satu keynote speaker, Prof. Aris memaparkan risetnya mengenai metode peramalan penggunaan listrik rumah tangga secara akurat. Ia menjelaskan bahwa ketepatan hasil perkiraan tidak hanya bergantung pada kecanggihan sistem, melainkan pada kualitas data yang dirapikan sejak awal. Melalui penelitiannya, ia menawarkan metode preprocessing yang optimal agar estimasi kebutuhan energi menjadi jauh lebih presisi.

“Data konsumsi listrik dari smart meter sering kali tidak lengkap, memiliki gangguan, atau memiliki pola yang sering berubah. Hasil riset ini sangat bermanfaat bagi pengelola energi seperti PLN untuk memperkirakan pasokan listrik pada jam sibuk maupun senggang, bahkan polanya berpotensi dipelajari untuk pengisian daya kendaraan listrik,” tutur Prof. Aris.

Tahun ke-11 ini iSemantic tampil berbeda dengan menghadirkan rangkaian workshop dan kunjungan industri. Sebelum acara utama, peserta meninjau pameran teknologi, mengunjungi fasilitas PLTS terapung dan green hydrogen di PLTGU Tambak Lorok milik PT PLN Indonesia Power, dan mengikuti workshop.

Kegiatan yang mengusung tema “Harnessing Computational Modeling and Optimization for Resilient Energy Transitions” ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Udinus bersama Fakultas Ilmu Komputer (FIK) dan Fakultas Teknik (FT), didukung Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Indonesia Section. Kolaborasi lintas fakultas dan mitra internasional ini turut mencerminkan semangat partnerships for the goals dan affordable and clean energy dalam mendorong riset teknologi yang berdampak nyata. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu iSemantic 2026 dan berapa paper yang lolos seleksi?
iSemantic 2026 adalah konferensi internasional edisi ke-11 yang digelar Udinus, menyeleksi lebih dari 150 paper dari berbagai negara seperti Indonesia, India, Iraq, Palestina, Irlandia, Bangladesh, dan Amerika untuk dipublikasikan.

Apa pesan Rektor Udinus dalam pembukaan iSemantic 2026?
Rektor Udinus menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi tanggung jawab, relevansi, inklusivitas, dan keberlanjutan, serta menegaskan pentingnya kolaborasi akademik internasional untuk menciptakan solusi berdampak nyata.

Siapa saja pembicara keynote dan apa yang dibahas Prof. Aris Marjuni?
Sesi keynote menghadirkan Dr. Ripon Chakrabortty (UNSW Canberra, Australia), Prof. Ir. Arif Nur Afandi (Universitas Negeri Malang), dan Prof. Dr. Aris Marjuni (Udinus), yang memaparkan metode peramalan beban listrik rumah tangga berbasis kualitas data preprocessing.

Siapa penyelenggara dan pendukung kegiatan iSemantic 2026?
Kegiatan ini diselenggarakan oleh LPPM Udinus bersama Fakultas Ilmu Komputer (FIK) dan Fakultas Teknik (FT), didukung Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Indonesia Section.

Berita Terbaru
Pendaftaran PMB Dian Nuswantoro