Rangkuman: Sebanyak 55 mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Hukum dan Studi Global (FHSG) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menghadirkan drama berbahasa Inggris bertajuk The Cursed Stone dan Shades of Claret sebagai bagian dari mata kuliah Drama Writing and Performance. Pementasan tersebut mengadaptasi legenda Malin Kundang dan Roro Jonggrang dengan konflik modern, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dan kreativitas dalam mengenalkan budaya Nusantara.
Legenda Malin Kundang dan Roro Jonggrang hadir dengan kemasan baru melalui pementasan drama berbahasa Inggris oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Hukum dan Studi Global (FHSG) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Mengangkat judul The Cursed Stone dan Shades of Claret, pertunjukan tersebut digelar selama dua hari di Aula Gedung E Lantai 3 Udinus, Selasa-Rabu (28-29 Juli 2026).
Sebanyak 55 mahasiswa dari tiga kelas paralel terlibat dalam pementasan yang menjadi bagian dari mata kuliah Drama Writing and Performance. Para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga terlibat dalam proses produksi seperti penulisan naskah, tata rias, kostum, hingga properti panggung.
Melalui Shades of Claret, konflik Roro Jonggrang diadaptasi ke dalam persaingan bisnis modern, sementara The Cursed Stone membawa kisah Malin Kundang ke ranah politik dengan konflik kekuasaan dan keluarga. Meski hadir dengan latar berbeda, kedua pertunjukan tetap mempertahankan pesan moral yang menjadi inti cerita aslinya.
Dosen pengampu mata kuliah Drama Writing and Performance, Dr. Muhammad Rifqi, S.S., M.Pd., mengatakan pementasan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus kreativitas seni pertunjukan.
"Kami ingin mahasiswa menunjukkan bahwa bahasa Inggris tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga media untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas," ujarnya.
Wakil Dekan FHSG Udinus, Dr. Raden Arief Nugroho, S.S., M.Hum., mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam menggabungkan budaya lokal dengan bahasa global melalui seni pertunjukan.
“Cerita rakyat Indonesia tetap relevan ketika dikemas secara kreatif dalam bentuk pertunjukan modern. Kegiatan seperti ini menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa sekaligus mendukung pelestarian budaya,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, dosen Bahasa Inggris, alumni, serta siswa dan guru SMA undangan. Pementasan ini menjadi bukti bahwa cerita rakyat Nusantara memiliki ruang untuk terus berkembang melalui pendekatan kreatif dan media bahasa Inggris. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Humas FHSG Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa mahasiswa yang terlibat dalam pementasan drama Bahasa Inggris Udinus?
Sebanyak 55 mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris FHSG Udinus dari tiga kelas paralel terlibat dalam pementasan drama The Cursed Stone dan Shades of Claret.
Apa cerita yang diangkat dalam pementasan drama tersebut?
Pementasan mengadaptasi dua legenda Nusantara, yaitu Malin Kundang dan Roro Jonggrang, dengan kemasan konflik modern tanpa menghilangkan pesan moral cerita aslinya.
Bagaimana bentuk adaptasi cerita rakyat dalam drama tersebut?
Drama Shades of Claret mengadaptasi kisah Roro Jonggrang dalam latar persaingan bisnis modern, sedangkan The Cursed Stone membawa cerita Malin Kundang ke dalam konflik politik, kekuasaan, dan keluarga.
Apa tujuan pementasan drama berbahasa Inggris ini?
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sekaligus menjadi media kreatif untuk mengenalkan budaya Indonesia melalui seni pertunjukan.