Skip to main content

Mahasiswa RMIK Udinus Borong Enam Penghargaan di Digital Pulse 2026

Mahasiswa RMIK Udinus Borong Enam Penghargaan di Digital Pulse 2026

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali mencatatkan prestasi melalui mahasiswa Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), Fakultas Kesehatan (FKes). Kali ini, mahasiswa RMIK Udinus berhasil meraih enam penghargaan dalam ajang Digital Pulse 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi D3 RMIK Universitas Esa Unggul. Penghargaan tersebut diumumkan pada babak final di Auditorium Universitas Esa Unggul, Jakarta, pada 2 Oktober 2026.

Enam penghargaan tersebut diraih melalui tiga kategori kompetisi. Hilma Iqtara Putri meraih juara ketiga Medical Innovation Competition (MIC), sementara pada Health Poster Competition (PHC), Qanita Aliiya Meysun meraih juara pertama dan Rizqi Azimudin meraih juara ketiga.

Sementara itu, Nurlaila, Wahyu Putri Puspita Sari, dan M. Rizky Tores masing-masing meraih juara ketiga Digital Health Interface Competition (DHIC). Dalam kategori ini, mahasiswa RMIK Udinus mengembangkan BridgeGuard, rancangan modul terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Khanza untuk memeriksa ketidaksesuaian data sebelum dikirim ke platform SATUSEHAT.

Modul ini dilengkapi fitur Pre-Integration Checker yang memberikan notifikasi visual saat ditemukan data tidak valid, serta fitur pemetaan terminologi dan pemantauan antrean pengiriman data. Inovasi ini turut mencerminkan semangat product innovation serta mendukung penguatan public health melalui data layanan kesehatan yang lebih andal.

Dekan FKes Udinus, Enny Rachmani, S.K.M., M.Kom., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa RMIK dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, melakukan analisis, serta menghasilkan inovasi di bidang teknologi kesehatan.

"Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa RMIK tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, inovasi, kemampuan analisis, serta keterampilan di bidang teknologi kesehatan," ujar Enny.

Persiapan Menuju Final

Keberhasilan mahasiswa RMIK Udinus dalam ajang Digital Pulse 2026 tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan. Tahapan tersebut meliputi pendaftaran, pembekalan, seleksi penyisihan, hingga penyempurnaan karya menjelang babak final.

Selama proses persiapan, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing berupa masukan dan evaluasi terhadap materi maupun karya yang dikembangkan. Pendampingan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan menghasilkan inovasi.

Enny menambahkan, proses pembelajaran di FKes Udinus tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing di tingkat nasional. Pendekatan ini sejalan dengan upaya menjaga education quality di lingkungan Fakultas Kesehatan Udinus.

"Prestasi mahasiswa menjadi salah satu bukti bahwa proses pembelajaran yang diberikan tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mampu menerapkan ilmu, berpikir kritis, berinovasi, dan berkompetisi di tingkat nasional," jelas Enny. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Humas FKes Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa prestasi yang diraih mahasiswa RMIK Udinus dalam Digital Pulse 2026? Mahasiswa RMIK Udinus berhasil meraih enam penghargaan dalam ajang Digital Pulse 2026 yang digelar oleh Universitas Esa Unggul. Penghargaan tersebut mencakup tiga kategori kompetisi, yaitu MIC, PHC, dan DHIC.

Siapa saja mahasiswa RMIK Udinus yang berhasil meraih penghargaan? Enam mahasiswa yang meraih penghargaan adalah Hilma Iqtara Putri, Qanita Aliiya Meysun, Rizqi Azimudin, Nurlaila, Wahyu Putri Puspita Sari, dan M. Rizky Tores. Mereka meraih prestasi melalui kategori kompetisi sesuai bidang karya masing-masing.

Apa inovasi BridgeGuard yang dikembangkan mahasiswa RMIK Udinus? BridgeGuard merupakan rancangan modul yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Khanza. Inovasi ini dirancang untuk memeriksa ketidaksesuaian data sebelum dikirim ke platform SATUSEHAT.

Apa keunggulan BridgeGuard dalam mendukung pengelolaan data kesehatan? BridgeGuard dilengkapi fitur Pre-Integration Checker yang memberikan notifikasi visual ketika ditemukan data tidak valid. Selain itu, modul ini memiliki fitur pemetaan terminologi dan pemantauan antrean pengiriman data untuk membantu proses integrasi data kesehatan.

Berita Terbaru
Pendaftaran PMB Dian Nuswantoro