Skip to main content

Tujuh Tim PPKO Udinus Sukses Lolos Pendanaan, Siap Implementasikan Program Unggulan di Masyarakat

Tujuh Tim PPKO Udinus Sukses Lolos Pendanaan, Siap Implementasikan Program Unggulan di Masyarakat

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan tujuh tim dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) yang dinyatakan lolos pendanaan. Capaian ini menjadi wujud komitmen mahasiswa Udinus dalam menghadirkan program inovatif yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

Tujuh tim yang berhasil mendapatkan pendanaan tersebut berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer (FIK), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIK, BEM Fakultas Kesehatan (FKes), Kamadiksi, Biro Teknologi Informasi (TI) Kediri, Biro Sistem Informasi (SI) Kediri, serta Tax Center Udinus. Masing-masing tim membawa gagasan dan program yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M., menyampaikan rasa bangganya atas capaian yang diraih ketujuh tim tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Udinus memiliki semangat untuk terus berinovasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Saya sangat bangga dengan capaian tujuh tim PPKO Udinus yang berhasil mendapatkan pendanaan. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan yang inovatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Kusni.

Pihak kemahasiswaan berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjalankan program secara optimal, membangun kolaborasi dengan masyarakat dan mitra, serta menghadirkan dampak yang berkelanjutan.

Beragam Inovasi Pemberdayaan Desa dan Lingkungan

Secara rinci, BEM FIK mengusung program berjudul “Pemberdayaan Desa Wisata Getas Melalui Program Genting Agro-Edu Eco Experience (GARDU) Berbasis Regenerative Tourism dengan Kolaborasi Pentahelix” di Desa Getas, Kabupaten Semarang. Program ini berfokus pada pengembangan potensi wisata lokal seperti Wisata Tubing Genting, pelatihan ticketing digital, serta manajemen pengelolaan tim wisata desa dengan menggandeng Basarnas dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, DPM FIK hadir melalui program Forest Folk yang bertujuan mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa hutan lereng Gunung Prau, khususnya Desa Campurejo, Temanggung. Program ini mengintegrasikan reboisasi dan pelestarian kawasan hutan dengan pengembangan potensi ekonomi berbasis Forestry Multi Purpose.

Dari bidang kesehatan, BEM FKes mengusung program “Gempur Stunting: Penguatan Desa Sehat Berbasis Masyarakat melalui Sinergi Teknologi Digital, Edukasi Gizi, dan Intervensi Terpadu” di Kelurahan Wonolopo. Program ini memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui pemanfaatan teknologi digital dan edukasi gizi secara terpadu.

Penerapan Teknologi Komunitas dan Literasi Masyarakat

Penguatan literasi dihadirkan oleh tim Kamadiksi melalui program “Sigesit” yang merupakan kepanjangan dari Aksi Gemar Literasi Partisipatif. Program yang diterapkan di Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Sigesit mengoptimalkan aset lokal untuk memperkuat aspek literasi, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.

Di bidang pertanian berbasis teknologi, Biro TI Kediri mengusung program penerapan AIoT Smart Crop Protection Farming. Program ini mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk mendukung sektor pertanian melalui deteksi dini serta mitigasi terhadap virus dwarfing pada tanaman melon.

Selanjutnya, Biro SI Kediri memfokuskan program pemberdayaan di Desa Kwadungan melalui penguatan value chain development dan community-based entrepreneurship pada komoditas bebek gembala. Program ini membentuk tiga kelompok komunitas, yaitu BERTAKWA (pengolahan produk pangan bebek), KWANI (kerajinan cangkang telur bebek), dan KWASA (IT support serta pemasaran digital).

Adapun Tax Center Udinus mengusung program penguatan hard skill masyarakat Desa Karangmanggis menuju desa cerdas berbasis pojok literasi dengan metode experiential learning, seperti Pojok Literasi Srikandi Nusantara dan Resikarta Lestari. Keberhasilan seluruh tim ini memperkuat peran mahasiswa Udinus dalam menghadirkan solusi konkret berbasis potensi lokal.

Dari ketujuh program yang lolos pendanaan Biro Kemahasiswaan nantinya akan melakukan pendampingan secara khusus. Salah satunya dengan melakukan monitor evaluasi (monev) secara internal, maupun eksternal. Melalui program ini, target selanjutnya yaitu masuk dalam Anugerah Abdidaya Ormawa, yang merupakan ajang apresiasi dan festival ilmiah tingkat nasional. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Ilustrasi: Humas Udinus. Foto: Biro Kemahasiswaan)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Organisasi kemahasiswaan apa saja dari Udinus yang berhasil lolos pendanaan PPKO?
Tim yang lolos berasal dari BEM FIK, DPM FIK, BEM FKes, Kamadiksi, Biro TI Kediri, Biro SI Kediri, serta Tax Center Udinus.

Inovasi teknologi apa yang diterapkan oleh tim Biro TI Kediri dalam program PPKO?
Biro TI Kediri mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) melalui smart crop protection farming untuk deteksi dini dan mitigasi virus dwarfing pada tanaman melon.

Bagaimana BEM FIK Udinus mengoptimalkan pengembangan Desa Wisata Getas?
BEM FIK menerapkan konsep regenerative tourism dan program Genting Agro-Edu Eco Experience (GARDU) yang mencakup pelatihan ticketing digital serta simulasi tanggap darurat wisata bersama Basarnas dan Disbudpar Jateng.

Apa fokus utama BEM FKes Udinus dalam pelaksanaan program di Kelurahan Wonolopo?
BEM FKes berfokus pada pencegahan dan penanganan stunting melalui penguatan desa sehat berbasis teknologi digital, edukasi gizi, serta intervensi masyarakat secara terpadu.

Berita Terbaru
Pendaftaran PMB Dian Nuswantoro