Rangkuman: Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menyelenggarakan “Pelatihan Penulisan Proposal Internasional” pada Selasa, 20/10/2026, di Ruang Rapat Gedung I Lantai 1, Kampus Semarang, sebagai rangkaian Program Diaspora Berdampak 2026 yang didanai Kemdiktisaintek RI. Kegiatan yang diikuti 30 peneliti terpilih ini menghadirkan Dr. sc. agr. Ratna Chrismiari Purwestri, M.Sc., Research Scientist dari Czech University of Life Sciences Prague (CZU), Ceko, untuk membekali peneliti dengan strategi penyusunan proposal, metodologi, dan pengelolaan riset lintas negara. Pelatihan juga merumuskan konsorsium riset lintas benua bersama CZU, UNPAD, dan UNMUS untuk menjawab tantangan global, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) guna memperkuat food security.
Meningkatkan ekosistem riset berstandar global terus digencarkan oleh perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya dilakukan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melalui “Pelatihan Penulisan Proposal Internasional”. Berlangsung pada Selasa, 20/10/2026, kegiatan ini menjadi rangkaian dari Program Diaspora Berdampak 2026 yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.
Pelatihan yang diikuti oleh 30 peneliti terpilih dari berbagai fakultas tersebut berlangsung di Ruang Rapat Gedung I Lantai 1, Kampus Semarang, Udinus. Kegiatan ini diselenggarakan melalui Fakultas Teknologi Cerdas (FTC) yang berkolaborasi bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Udinus. Dalam kerangka international education, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan education quality dan educational access bagi para peneliti.
Pada kesempatan ini, Udinus menghadirkan narasumber dari Czech University of Life Sciences Prague (CZU), Ceko, yakni Dr. sc. agr. Ratna Chrismiari Purwestri, M.Sc., selaku Research Scientist. Ia membagikan strategi menembus hibah penelitian internasional bereputasi, teknik penyusunan metodologi, hingga pengelolaan riset untuk lintas negara. Pelatihan ini juga menjadi langkah strategis untuk mendorong R&D investment di lingkungan kampus.
Dr. Ratna dalam paparannya menyampaikan bahwa peluang kolaborasi dengan negara di Eropa sangat terbuka. Menurutnya, ada banyak topik riset yang dapat diteliti secara kolaboratif dengan perguruan tinggi di Indonesia.
“Peluang ini besar sekali, tinggal bagaimana para peneliti mengemasnya dalam proposal yang kuat dan menunjukkan manfaat bagi kedua belah pihak,” jelasnya.
Menurutnya, proposal yang berhasil memperoleh pendanaan internasional harus memiliki rumusan masalah yang jelas, kebaruan, metodologi yang kuat, serta dampak yang terukur. Pembagian peran antar mitra juga perlu dirumuskan dengan tegas agar konsorsium tampak kredibel di mata pemberi dana.
Konsorsium Riset Lintas Benua
Selain pembekalan teknis penulisan, pelatihan ini juga merumuskan konsep riset kolaboratif yang menghubungkan empat institusi lintas benua dan daerah. Di antaranya melibatkan Udinus Semarang, CZU Ceko, UNPAD Bandung, dan UNMUS.
Kolaborasi ini merupakan wujud cross border collaboration yang diarahkan untuk menjawab tantangan strategis nasional dan global, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat food security dan mendorong resilient agricultural practices. Sinergi ini bertujuan membangun konsorsium riset yang solid dengan menggabungkan keunggulan teknologi digital dan potensi pangan lokal regional secara inklusif melalui inclusive innovation.
Ketua Kegiatan Diaspora Berdampak 2026, Prof. Dr. Rindra Yusianto, S.Kom., M.T., menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membangun budaya riset global di lingkungan Udinus. Harapannya, kegiatan ini bisa meningkatkan iklim penelitian kolaborasi internasional di Udinus.
“Para peneliti tidak hanya dibekali cara menulis proposal, tetapi juga dibuka wawasan dan jejaringnya agar berani dan siap bermitra dengan perguruan tinggi serta peneliti dari berbagai negara. Dengan begitu, kolaborasi internasional menjadi kebiasaan, bukan lagi sesuatu yang jarang terjadi di lingkungan kampus kami,” tegasnya.
Melalui Program Diaspora Berdampak 2026, Udinus berkomitmen meningkatkan luaran publikasi internasional bereputasi dan memperluas international partnership untuk mendukung pembangunan sains dan teknologi Indonesia di panggung dunia. Pelatihan ini diharapkan mempercepat terwujudnya proposal kolaborasi riset internasional antara Udinus dengan instansi lain melalui international cooperation dan international collaboration, sehingga dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan pelatihan ini?
Pelatihan bertujuan membekali peneliti dengan kemampuan menyusun proposal riset internasional yang kuat, kredibel, dan berdampak.
Siapa saja yang mengikuti pelatihan?
Sebanyak 30 peneliti terpilih dari berbagai fakultas di Udinus mengikuti kegiatan ini.
Siapa narasumber yang hadir?
Narasumbernya adalah Dr. sc. agr. Ratna Chrismiari Purwestri, M.Sc., Research Scientist dari CZU, Ceko.
Apa hasil utama dari kegiatan ini?
Selain pembekalan teknis, kegiatan ini merumuskan konsep konsorsium riset lintas institusi dan lintas benua untuk mendukung riset strategis, termasuk pemanfaatan AI bagi ketahanan pangan.