“Internet sebagai tantangan bagi perpustakaan pada era modern dan bukan menjadi ancaman bagi perpustakaan. Melalui kolaborasi antara teknologi dan perpustakaan merupakan cara menghindari data maupun jurnal hoax yang banyak beredar,”ujar Pustakawan Univesitas Dian Nuswantoro, Aan Prabowo, S.Hum saat ditemui di Perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
 
 Ia mengatakan daya baca mahasiswa maupun masyarakat pada era sekarang cenderung mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya hal tersebut dipicu oleh validitas data diperpustakaan lebih akurat jika dibandingkan data yang didapatkan dari Internet.
 
Demi menunjang peningkatan daya baca, perpustakaan Udinus juga berlangganan jurnal elektronik dan juga berlanggan teknologi-teknologi berjenis website seperti Turnitin.
 
“Mendapatkan data di internet memang mudah dan cepat namun banyak data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsaannya. Dahulu jurnal di Udinus hanya sedikit dan belum terpusat, kini sudah terpusat dan banyak jurnal yang bisa menjadi referensi bagi bahan skripsi maupun menambah ilmu,” katanya.
 
Aan menyarankan agar para mahasiswa maupun masyarakat umum tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapatkan dari internet, namun harus mencocokan data yang didapatkan terlebih dahulu dengan data maupun referensi di perpustakaan.
 
“Dengan cara itu mahasiswa dan masyarakat umum dapat terhidanr dari hal-hal yang berbau hoax. Website-website yang terlihat kurang menyakinkan agar tidak dibuka dan dihindari karena berbahaya bagi pemahaman terhadap sesuatu,” jelasnya.
 
Belum lama ini, Aan Prabowo,S.Hum juga berhasil menjadi satu diantara juara harapan II sebagai penilaian pustakawan berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pemprov Jateng. Ia mengungkapkan jika melalui juara tersebut dapat mengubah image masyarakat terhadap para pustakawan di Indonesia.
 
“Memang awalnya pesimis karena banyak dari berbagai universitas maupun berbagia jenjang sekolah yang mengikuti lomba tersebut. Saat diumumkan menjadi satu diantara juara saya senang.Selama ini pustakawan dianggap sebagai penjaga buku semata, namun pustakawan memiliki peranan penting dalam menyedia informasi dan fasilitator mahasiswa maupun masyarakat,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Kepala Humas Universitas Dian Nuswantoro, Agus Triyono M.Si menegaskan jika Udinus akan selalu menyediakan berbagai buku yang bermanfaat untuk bahan skripsi maupun meningkatkan keilmuan.
 
“Perpustakaan menjadi hal tak terpisahkan walaupun teknologi terus berkembang, perpustakaan tetap menjadi tempat mencari informasi. Hal tersebut disebabkan karena data-data yang dimiliki perpustakaan sangatlah valid,” pungkasnya.  
 
(*Humas/Foto : Alex Devanda)