Didaulat sebagai Brand Ambassador (BA) kecantikan merupakan cita-cita dari Almasah Tsabitah sejak duduk di bangku sekolah. Impian dari mahasiswi Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang itu berawal ketika dirinya sering menyaksikan beauty influencer yang membuatnya jatuh cinta dengan dunia make up dan skincare.
 
Hingga pada tahun 2021, Alma, sapaan akrab mahasiswi angkatan 2018 tersebut memutuskan untuk mendaftar menjadi BA campus dari Wardah. Perjuangan berat ia lalui dan pada akhirnya,  ia pun lolos menjadi BA Wardah Beauty Circle Semarang 2021.
 
Perempuan cantik kelahiran Jakarta, 6 November 2000 ini berujar, menjadi BA tak hanya sekadar cantik, namun dituntut untuk memiliki banyak ilmu dan ide kreatif. “Sering kali saya temui orang menganggap menjadi BA hanya bermodal wajah, padahal banyak softskill yang harus dilatih agar terlihat bagus dan menarik, salah satunya public speaking,” ujarnya.
 
Selama menjadi BA, ia banyak membuat konten foto dan video di media sosialnya seperti yang terlihat di akun Instagram @almasaahts. Menurutnya, sebagai BA sangat membantunya untuk melatih softskill dalam hal public speaking, cara membuat konten sesuai target pasar, hingga membuat acara seperti virtual beauty class dan makeup class.
 
Meski pekerjaan menjadi BA terlihat mudah, namun Alma mengaku sempat alami kesulitan ketika awal mula membuat konten. Seperti ketika konten yang ia buat terlihat kurang menarik. Namun, segala kesulitannya tersebut berhasil ia lalui berkat ilmu yang didapat selama berkuliah di Udinus, seperti ilmu public speaking, time management, serta ilmu leadership yang berguna saat dirinya mengadakan suatu acara.
 
Di tengah-tengah kesibukannya itu, Gadis yang memiliki hobi traveling tersebut tetap memprioritaskan pendidikannya. Terbukti dengan pencapaiannya menjadi lulusan tercepat untuk Prodi S1 Ilmu Komunikasi Udinus angkatan 2018. Ia mengaku, kuncinya adalah manajemen waktu yang baik dengan membuat alarm dan timeline kegiatan. 
 
“Fungsi alarm ini berbeda dengan timeline, jika timeline hanya sebagai pengingat, tapi dengan mengatur alarm saya merasa seperti tugas tersebut sangat mendesak untuk dikerjakan pada saat itu juga. Sehingga jika alarm sudah berbunyi, maka saya akan mengerjakan tugas saat itu juga,” tambahnya,
 
Pencapaian Alma ini tak terlepas dari niat dan tekadnya yang kuat. Ia pun berpesan, dalam mewujudkan keinginan, lakukan usaha sekuat mungkin. “Jangan pernah merasa iri dengan pencapaian orang lain. Percayalah bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kemampuannya di bidang masing-masing. Jika susah, maka percayalah hal tersebut akan berlalu,” tutupnya. (Humas Udinus/Almira. Foto: Dok. Pribadi)

Nama :

Almasah Tsabitah – Mahasiswi S1 Ilmu Komunikasi Udinus