SATU LANGKAH BESAR BIMA YANG MENGANTARKANNYA HINGGA LULUS KULIAH


SATU LANGKAH BESAR BIMA YANG MENGANTARKANNYA HINGGA LULUS KULIAH

Berkecimpung di dunia entrepreneur saat duduk di bangku kuliah adalah sebuah tantangan baru bagi Bima. Pria bernama lengkap Sabila Ilham Bimantara ini memang sangat berambisi untuk mencari hal-hal baru selama berkuliah.

 

Saat berkuliah, ia aktif di berbagai organisasi dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) kampus. Ia aktif di dalam organisasi Himpunan Mahasiswa (HM) Ilmu Komunikasi, UKM Teater Kaplink, dan BAI. Tak cukup sampai disitu, ia pun mulai mendirikan bisnis roti bakar yang ia namai 'Roti Bakart 518'.

 

Penamaan Art di sela nama Roti Bakart tersebut ia berikan lantaran dirinya yang sangat menyukai seni. "Saya sangat menyukai kesenian apapun itu, entah itu gamelan, teater, puisi, tari-tarian, hingga konsep gerobak saya pun saya modifikasi agar bernilai seni," tuturnya.

 

Roti Bakart miliknya pun kini memiliki empat outlet di Semarang yang terletak di Taman Indraprasta, Kebonharjo, Galeri Industri Kreatif Kota Lama, dan Tlogosari. "Pernah juga berjualan di tenda kewirausahaan Udinus sebagai perwakilan wirausaha dari Fakultas Ilmu Komputer," ungkap alumni Ilmu Komunikasi Udinus yang lulus pada 2019 lalu ini.

 

Meski sudah memiliki beberapa outlet, pasang surut saat berbisnis juga pernah ia lalui. "Pernah salah satu outlet ada yang sepi, dan kendala lain yang sempat membuat saya putus asa. Tetapi saya selalu menyemangati diri saya sendiri untuk tetap percaya dengan yang memberi rezeki, tetap bersyukur dengan keadaan," ungkapnya.

 

Dari pengalamannya dalam berbisnis roti bakar, Bima kini banyak mempelajari tentang selera pasarnya, dimana dari kalangan keluarga cenderung menyukai rasa basic seperti coklat keju, dan dari kalangan anak muda lebih menyukai variasi rasa yang unik seperti greentea, chocomaltine, dan nuttela. Dengan begitu, ia lebih memahami selera pasar yang diminati masyarakat.

 

Dari kegiatannya berwirausaha dan kegiatan kampus yang ia lakoni tersebut, Bima mengaku hampir tidak memiliki waktu luang. "Manfaatnya sih kala itu aku bener-bener nggak ada waktu luang. Pagi kuliah, ada sela kuliah langsung belanja, nanti nerusin kuliah lagi, kadang juga banyak rapat organisasi, terus sore sampai malemnya jualan," ungkapnya saat mengenang kenangan masa kuliah.

 

Meski begitu, belajar hidup mandiri memang keinginan terbesarnya. Dengan tekad kuat dan jiwa pantang menyerahnya, roti bakar miliknya pun bisa membiayai kuliahnya hingga lulus.

 

Ia pun berpesan untuk para wirausahawan muda yang ingin memulai usaha, "jangan banyak mikir, ambil satu langkah besar yang mau nggak mau harus kalian terusin. Nggak masalah kehilangan waktu bersenang-senang saat kuliah, udah waktunya banyak belajar dan kurangin haha hihi masa muda," tutupnya. (*Humas Udinus/Almira. Foto: Dok. Pribadi)


Gallery Career Collaboration Dinus Tour Sitemap TVKU E-Gamelan E-Prints Repository Publication Dinustek Kulino CFLT ILCS Guest Book KPM

Universitas Dian Nuswantoro

Main Campus : 207 Imam Bonjol Street || (+6224) 3517261
Other Campus : 5-11 Nakula I Street || (+6224) 3520165
Fax. (+6224) 3569684 || Semarang 50131 Indonesia
Contact us


UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG || Copyright © 2015 - 2020 PSI UDINUS All right Reserved (App-24)