Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi komunikasi dan humas di Indonesia. Komitmen tersebut diperlihatkan melalui partisipasi empat dosen dari Program Sarjana Ilmu Komunikasi dalam perilisan buku berjudul ‘Program Public Relations: Corporate PR & Government PR’.

Mengusung tema ‘Meningkatkan Reputasi di Era Disrupsi’, buku tersebut resmi dirilis dalam acara PR Meet Up & Peluncuran Serial Buku PR Indonesia. Acara ini berlangsung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada Jumat (19/12/2025).

Keempat akademisi dari Prodi Ilmu Komunikasi Udinus yang terlibat di antaranya adalah Heni Indrayani, M.I.Kom., Candra Yudha Satriya, M.I.Kom., Dr. Rahmawati Zulfiningrum, M.I.Kom., dan Nadia Itona Siregar, M.Si. Mewakili dosen-dosen yang lain, Heni menjelaskan bahwa buku tersebut membedah kasus dari 25 perusahaan lintas industri dan tiga instansi pemerintah.

“Studi kasus yang luas ini kami hadirkan agar pembaca mendapatkan insight yang utuh, menyeimbangkan sisi praktis di lapangan dengan landasan teoretis yang kuat. Kami memproyeksikan buku ini menjadi referensi utama bagi praktisi dan mahasiswa agar tetap adaptif di tengah disrupsi,” jelasnya.

Selain membahas sektor swasta, buku yang kekuatan utamanya terletak pada basis data yang komprehensif itu juga memberikan panduan strategis bagi humas di sektor publik. Nadia menambahkan paparan bahwa tantangan humas pemerintah saat ini adalah bagaimana menjangkau masyarakat secara lebih humanis.

“Pemerintah harus mulai menyusun program komunikasi yang berawal dari pemahaman mendalam terhadap audiens. Fokusnya adalah membangun pesan yang bermakna dan memilih saluran media yang tepat untuk menyampaikan empati negara kepada warganya,” jabarnya.

Menyeimbangkan Teori dan Praktik

Kolaborasi strategis untuk karya tersebut mendapatkan apresiasi dari Founder dan CEO PR Indonesia Group, Asmono Wikan. Menurutnya, kehadiran akademisi Udinus ini menjadi kunci menyeimbangkan teori yang kuat dan praktik lapangan yang relevan.

“Kolaborasi ini kami harapkan dapat menjadi ruang bagi pengetahuan antara praktisi dan akademisi, serta dapat dimanfaatkan secara luas oleh mahasiswa,” tegasnya.

Melalui karya ini, Udinus menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga secara aktif menjembatani celah antara teori akademik dan kebutuhan industri. Ini merupakan langkah nyata universitas menghasilkan pemikiran yang berdampak luas bagi pengembangan profesi humas dan kemajuan keilmuan komunikasi secara nasional. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Humas FIK Udinus)