Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus berupaya mencetak pengusaha muda berbasis teknologi atau yang biasa disebut technopreneur. Dengan menggandeng organisasi nirlaba global Wadhwani Foundation, Udinus menggelar ajang FIK Preneur Week demi membangun ekosistem kewirausahaan yang matang.

Mengusung tema ‘Venture Ignition 1.0’, program ini diselenggarakan di gedung H FIK Udinus, pada 7-8 Januari 2025. Kegiatan berlangsung meriah terlihat dari banyaknya mahasiswa dan juga pelajar sekolah menengah yang digandeng.

Tercatat sebanyak 55 tim bisnis mahasiswa FIK dan 115 siswa ambil bagian. Para siswa ini berasal dari SMKN 8 Semarang, SMKN 11 Semarang, SMAN Terang Bangsa, dan SMA Kesatrian 1 Semarang.

Rangkaian acara diisi dengan venture ignition, workshop, hingga bootcamp. Pada sesi pitching, mahasiswa ditantang mempresentasikan model bisnis dan solusi teknologi mereka di hadapan mentor dan mitra industri untuk validasi ide.

Hadir dan memberikan arahan, Wakil Dekan FIK Udinus, Dr. Ir. Pujiono, menegaskan bahwa acara ini didesain sebagai ruang praktik nyata, bukan sekadar teori. Tujuannya agar mahasiswa siap mental dan produknya matang sebelum masuk ke industri atau mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

“FIK Preneur Week menjadi program perdana yang kami rancang sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk membangun mental kewirausahaan berbasis teknologi,” ujar Pujiono di Semarang, Jumat (9/1/2026).

Kolaborasi ini pun diapresiasi oleh pihak Wadhwani Foundation. Senior Program Manager Wadhwani Foundation menilai langkah ini sangat strategis. Organisasi nirlaba yang berfokus pada percepatan pertumbuhan lapangan kerja ini menyoroti bahwa mahasiswa Udinus kini tak hanya berkutat pada teori. Tetapi sudah praktik langsung, bahkan beberapa tim bisnis diketahui sudah memiliki pelanggan.

Selain mahasiswa, para siswa SMA/SMK juga mendapatkan workshop khusus tentang technopreneurship. Warsono, guru SMKN 11 Semarang, menyambut positif pelibatan sekolah dalam ajang ini karena relevan dengan materi kewirausahaan di sekolah.

“Siswa dapat belajar langsung dari kampus tentang bagaimana membangun ide bisnis sejak dini,” pungkas Warsono. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas FIK Udinus)