Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mulai menyiapkan mahasiswanya untuk menghadapi ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2026. Langkah strategis diambil dengan menggelar Pendampingan Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang melibatkan 150 mahasiswa dan 78 dosen pendamping dari setiap fakultas.

Kegiatan ini mengusung tema ‘Berkarya dan Berinovasi untuk Prestasi Gemilang Menuju PIMNAS 39’ dengan menghadirkan narasumber ahli di bidang PKM. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan (Bima) tersebut berlangsung di Aula Gedung E lantai 3 Udinus Semarang, Senin (02/02).

Peserta merupakan mahasiswa aktif dari semester awal hingga akhir yang tersebar di enam fakultas di Udinus. Pelatihan diawali dengan pendampingan menyusun draft proposal, sebelum dibentuk menjadi kelompok agar tercipta tim yang solid dan memiliki satu tujuan. Pendampingan ini bertujuan mengawal ide-ide mereka agar sesuai dengan standar keilmuan dan format Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa target Udinus tahun ini tidak main-main. Berkaca pada capaian tahun 2025, Udinus berhasil meloloskan 11 proposal pada kegiatan yang didanai pemerintah tersebut.

Dari proposal tersebut, lima tim di antaranya berhasil melaju ke PIMNAS. Salah satunya adalah inovasi Shoulder Wheel for Optimal Rehabilitation (SWOR) yang mengantongi prestasi di Kategori Kelas PKM Karya Inovatif (PKM-KI).

“Udinus bersaing dengan ‘gajah-gajah’ luar biasa yaitu perguruan tinggi negeri seperti UI, Undip, dan ITB. Kami bisa masuk lima tim di PIMNAS itu sudah pencapaian yang sangat luar biasa, bahkan mendapat apresiasi dari banyak rekan perguruan tinggi swasta,” ujar Prof. Kusni.

Tingkatkan Prestasi di Bidang Akademik

Perlu diketahui, saat ini Udinus sudah menyandang predikat Unggul dalam Sistem Pemeringkatan Kemahasiswaan (Simkatmawa). Predikat ini didukung adanya prestasi nonakademik seperti SEA Games. Prof. Kusni menekankan bahwa Udinus melalui bidang kemahasiswaan akan terus mempertahankan pemeringkatan tersebut dengan meningkatkan prestasi di bidang akademik juga, seperti ajang PIMNAS ini.

“Di akademik, khususnya penalaran, kita belum maksimal. Kalau kemarin PIMNAS dapat satu gelar, besok harapannya dapat dua, tiga, dan seterusnya. Namun, esensinya bukan sekadar juara, tapi bagaimana jiwa riset, pengabdian, dan kewirausahaan itu muncul dalam diri mahasiswa,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, narasumber utama yang hadir yaitu Dr. apt. Lutfi Chabib, S.Farm., M.Sc. Ia mengupas tuntas trik menembus pendanaan PKM, mulai dari penggalian ide kreatif, administrasi, hingga strategi pengunggahan proposal. Menurutnya, relevansi dengan perkembangan zaman adalah kunci lolos pendanaan.

“Mahasiswa harus memfokuskan proposal mereka sesuai dengan perkembangan zaman. Di era digital ini, pemanfaatan teknologi seperti AI bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan untuk menciptakan solusi yang efektif dan berdaya saing,” ujar Dr. Lutfi.

Pelatihan ini diharapkan bisa memberi sinergi antara mahasiswa dan dosen pendamping lintas fakultas agar mampu mendongkrak peringkat Udinus di kancah nasional pada tahun 2026 mendatang. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)