Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengajak pelajar SMA/SMK sederajat untuk mengembangkan ide bisnis yang kreatif, inovatif, dan berorientasi pada solusi nyata. Ide tersebut kemudian diwadahi melalui penyelenggaraan ‘Kompetisi Rencana Bisnis Inovatif’ yang puncaknya berlangsung pada Kamis (05/02).

Melalui kompetisi yang berlangsung di Ruang Teater Gedung I lantai 6 Udinus Semarang, peserta dilatih menuangkan gagasan bisnis secara sistematis. Mulai dari konsep produk atau jasa, analisis pasar, strategi pemasaran, hingga perencanaan keuangan.

Meskipun merupakan program kerja tahunan dari BEM KM, tema yang diusung setiap tahunnya selalu berbeda untuk memantik inovasi baru. Ketua Pelaksana, Muhammad Rasha Mahdavikia, menyebutkan bahwa kompetisi tahun ini mengusung tema ‘Membangun Generasi Wirausaha Muda di Era Digital dan Keberlanjutan’, yang berbeda dengan tahun lalu di mana fokusnya lebih menekankan pada adaptasi teknologi canggih.

“Tema ini mendorong pelajar untuk menciptakan ide bisnis yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital sekaligus aspek keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Fokusnya tidak hanya pada teknologi digital, tetapi juga pada pembentukan karakter wirausaha muda yang berkelanjutan dan berdaya saing,” jelasnya.

Rasha menerangkan, kompetisi yang diikuti oleh 25 tim itu tidak menggunakan sistem gugur langsung, melainkan seleksi secara bertahap. Di tahap awal, seluruh proposal yang masuk diseleksi terlebih dahulu berdasarkan beberapa kriteria, seperti tingkat inovasi, relevansi dengan tema, kelayakan bisnis, serta potensi keberlanjutan.

“Dari hasil penilaian, dipilih 10 tim dengan nilai terbaik untuk maju ke babak selanjutnya. Pada babak ini, kompetisi dilanjutkan dengan presentasi dan sesi tanya jawab di hadapan dewan juri. Penilaian menggunakan sistem poin, yang mana setiap aspek penilaian memiliki bobot tertentu, seperti penguasaan materi, kejelasan konsep bisnis, pemanfaatan teknologi digital, dan dampak keberlanjutan,” jabarnya.

Peluang Keberlanjutan

Menurut keterangan Rasha, keberagaman ide para peserta menjadi hal menarik dalam kompetisi ini, mulai dari bisnis digital berbasis aplikasi hingga produk ramah lingkungan.

Ia berharap pelaksanaan perlombaan ini dapat menjadi wadah pembentukan generasi muda yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan.

“Kami berharap kualitas ide bisnis yang dihasilkan semakin inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Ke depan, kami juga berharap kompetisi ini tidak hanya berhenti pada tahap perlombaan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan atau pembinaan lanjutan, sehingga ide-ide terbaik memiliki peluang untuk benar-benar direalisasikan,” harap Rasha.

Sebagai informasi, Kompetisi Rencana Bisnis Inovatif merupakan salah satu rangkaian perlombaan yang ada pada DinusFest 2026. Tahun ini, DinusFest memiliki puluhan cabang lomba di berbagai bidang yang bisa diikuti sesuai minat dan keterampilan. Ajang bergengsi ini diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Informasi seputar DinusFest dapat diakses melalui tautan https://festival.dinus.ac.id/. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. BEM KM)