Widya Surya Erini melihat Teknik Biomedis sebagai bidang yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup manusia. Menurut mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) itu, prospek prodi ini sangat menjanjikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi kesehatan, digitalisasi layanan medis, serta pengembangan alat kesehatan berbasis kecerdasan buatan.

Selama berkuliah, mahasiswa angkatan 2022 itu aktif mengikuti berbagai kegiatan. Ia dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum periode 2024-2025 di Himpunan Mahasiswa Teknik Biomedis (HMTB). Di luar itu, Widya juga berhasil lolos dalam program Engineering Projects in Community Service (EPICS) dari Institute of Electrical and Electronics Program.

“Mengusung inovasi STEDI, singkatan dari Sistem Stetoskop Digital untuk mendukung skrining awal dan pra-diagnosis gangguan pernapasan, khususnya di Posyandu Lansia. Mengintegrasikan perekaman suara paru, visualisasi intensitas suara paru, serta analisis berbasis data untuk membantu tenaga kesehatan melakukan skrining secara objektif dan terukur,” jelasnya

Dalam program yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan solusi rekayasa berbasis kebutuhan nyata masyarakat itu, Widya berkolaborasi dengan 2 rekannya, Gracia Putri Thomas dan Giulia Salzano Badia. Mereka berhasil mendapat pendanaan sebesar $3.150,00 untuk pengembangan inovasi yang diusung.

Inovasi STEDI juga lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), saat itu Widya berperan sebagai Ketua Tim. Melaju hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025. Dengan berbagai pencapaiannya, Widya termasuk salah satu mahasiswa FTi calon lulusan yang menyelesaikan masa studinya selama 3.5 tahun. 

Membentuk Kesiapan Lulusan

Melalui program-program yang diikutinya, perempuan kelahiran tahun 2005 itu mengaku banyak sekali manfaat yang didapatkan. Seperti peningkatan kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah, komunikasi, dan kreatif. Pengalaman nyata dalam mengelola proyek, berinteraksi dengan mitra masyarakat, serta memperluas jejaring akademik dan profesional pun berhasil dikantongi.

“Ini sangat membantu dalam membentuk kesiapan saya menghadapi dunia kerja maupun studi lanjut. Menurut saya, program-program tersebut memberikan pengalaman yang tidak didapatkan di dalam kelas,” ungkapnya.

Widya menyoroti pentingnya mahasiswa mengikuti program serupa. Mahasiswa dapat mengembangkan soft skills, memperluas wawasan, dan mengaplikasikan ilmu untuk menyelesaikan permasalahan secara nyata.

“Hal ini sangat relevan dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia professional,” tegasnya.

Mahasiswa yang juga pernah bergabung di Dinus Innovation Design Community (DID.Co) itu juga mengakui pihak fakultas senantiasa memberikan dukungan sangat baik. Seperti pendampingan dosen, fasilitas, serta motivasi dan arahan. Hal itu membantunya meningkatkan kualitas karya dan meningkatkan kepercayaan diri bersaing hingga tingkat internasional.

“Target saya ke depan terus mengembangkan inovasi di bidang teknologi kesehatan, berbasis kebutuhan masyarakat. Saya berharap dapat menjadi lulusan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan dan rekayasa di Indonesia,” pungkasnya. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)