Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melalui Fakultas Teknik (FT) kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program magang internasional ke Jepang. Pada kesempatan ini, tiga mahasiswa berangkat guna menjalani program internship di perusahaan manufaktur Nishitani Co., Ltd., selama satu tahun, terhitung mulai April 2026.
Tiga mahasiswa semester 6 dari Program Studi Teknik Industri tersebut di antaranya Irfan Bagus Efendi, Muhammad Arif, dan Alif Purmaji. Sebagai bentuk dukungan fakultas, pelepasan sekaligus pemberian arahan secara resmi dilakukan oleh Dekan, didampingi Wakil Dekan dan Kaprodi Teknik Industri, di Ruang Rapat FT Gedung I lantai 1 pada Senin (13/04).
Dekan FT Udinus, Prof. Ir. Heru Agus Santoso, Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa program ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi secara langsung di dunia industri global. Ia berharap mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk tumbuh menjadi engineer yang profesional.
“Di Jepang nanti, kalian tidak hanya belajar teknis, tetapi juga attitude, soft skills, serta budaya kerja di negara maju. Pengalaman langsung di industri internasional memberikan nilai plus dibanding lulusan pada umumnya,” ujarnya kepada ketiga mahasiswa.
Prof. Heru juga berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik institusi serta memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan. Selain itu, kemampuan beradaptasi memegang peranan penting agar program magang berjalan lancar.

Senada dengan Dekan FT, Ketua Program Studi Teknik Industri Udinus, Dr. Herwin Suprijono, M.T., turut menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab. Mahasiswa diharapkan menjaga nama almamater, khususnya Teknik Industri Udinus.
“Patuhi aturan di sana dan hindari hal-hal yang dapat menimbulkan masalah. Jangan lupa tetap menjaga komunikasi dengan pihak kampus terkait proses akademik seperti konversi mata kuliah,” pesannya.
Cerita Persiapan Mahasiswa
Ketiga mahasiswa nantinya akan ditempat pada bagian pembuatan seal karet. Salah satu peserta, Irfan Bagus Efendi, mengaku telah melakukan berbagai persiapan sebelum mengikuti program ini, mulai dari melatih kemampuan bahasa hingga memantapkan mental.
“Saya belajar bahasa Jepang hampir setiap hari, terutama untuk percakapan dasar dan sopan santun. Mental dan fisik juga saya siapkan karena bekerja di Jepang membutuhkan disiplin tinggi,” ungkapnya.
Irfan merasa bangga bisa lolos dalam program magang internasional ini. Baginya, program tersebut memberikan pengalaman internasional sekaligus pembelajaran budaya kerja Jepang yang sangat berharga.
Sementara itu, Alif Purmaji menjelaskan bahwa selain persiapan fisik dan mental, kedisiplinan administrasi juga perlu diperhatikan. Hal itu mencakup pembayaran kelas bahasa Jepang, tiket pesawat, hingga pengurusan paspor dan visa.
“Meski banyak persyaratan, menurut saya nantinya semua itu terbayarkan dengan pengalaman serta sertifikat; semua ini bisa menjadi modal bekerja di masa depan,” imbuhnya.
Peserta lainnya, Muhammad Arif, juga menyampaikan antusiasmenya. Ia menilai program ini bisa menjadi batu loncatan untuk masa depannya kelak.
“Saya berharap bisa belajar banyak hal, mendapatkan pengalaman bekerja di luar negeri, serta memiliki peluang kembali ke Jepang setelah lulus kuliah nanti,” pungkasnya. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)






