Setelah sebelumnya menyelesaikan sidang proposal, kali ini Pratama Arhan Alif kembali menuntaskan kewajibannya dalam “Sidang Hasil Skripsi”. Punggawa klub Bangkok United yang melanjutkan studi di Program Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ini semakin memantapkan langkahnya meraih gelar sarjana.
Pemain kelahiran Blora yang dikenal publik karena ketangguhannya di lini belakang tim nasional ini tetap menunjukkan dedikasinya sebagai mahasiswa. Pria yang akrab disapa Arho tersebut mengaku sempat merasa tegang sebelum memaparkan hasil skripsinya di hadapan penguji.
“Sebelum mulai sempat deg-degan, tapi sekarang sudah selesai dan saya sangat senang, lega banget rasanya. Diumumkan lulus dengan revisi, dan revisi ini akan saya kerjakan lagi secepatnya. Harapannya bisa wisuda tahun ini,” ungkapnya.
Dengan memanfaatkan posisinya sebagai Brand Ambassador, Arhan mengangkat skripsi berjudul ‘Peran Brand Ambassador, Social Media Marketing, dan Brand Familiarity dalam Meningkatkan Penjualan pada Sepatu Sepak Bola Mizuno’.
Selama proses kuliah dan pengerjaan skripsi, Arhan mengaku sangat terbantu oleh dosen pembimbing serta rekan-rekannya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola Udinus. Ia menekankan bahwa pendidikan sangat penting bagi seorang atlet karena karier di dunia olahraga memiliki batasan usia.
“Bekal pendidikan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Bahkan, saya sudah berencana mengambil beasiswa S-2 yang diberikan oleh Udinus. Rencananya saya akan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi,” ujar Arhan.
Dosen pembimbing, Dr. Mahmud, S.E., M.M., menyatakan bahwa Arhan telah menyelesaikan sidangnya dengan lancar dan mampu menjelaskan hasil penelitiannya dengan baik. Hal itu juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh dua dosen pengujinya, yakni Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, S.E., M.M., dan Febrianur Ibnu Fitroh Sukono Putra, S.E., M.M.
“Melalui proses sidang hasil, dua penguji menyatakan Arhan lulus meskipun masih ada revisi yang harus diselesaikan, dan itu wajar. Saya akan terus membimbing Arhan agar segera menyelesaikan revisi tersebut sehingga bisa mengikuti prosesi wisuda secepat mungkin,” ungkap Ketua Program Sarjana Manajemen Udinus tersebut.
Ijazah Berbasis Blockchain
Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Biro Akademik (Biak) Udinus, Arhan diprediksi dapat mengikuti wisuda pada April 2026. Arhan bersama angkatannya akan menjadi lulusan Udinus pertama yang mengimplementasikan sistem ijazah blockchain.
“Sistem ini menjawab tantangan era digital, di mana risiko pemalsuan dokumen semakin tinggi. Dengan teknologi blockchain, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekadar lembaran kertas, tetapi memiliki rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah,” terang Prof. Pulung.
Selain itu, Prof. Pulung juga menyampaikan rasa bangganya atas kegigihan Arhan. Capaian ini menjadi bukti bahwa Udinus memberikan dukungan penuh bagi atlet profesional untuk tetap berprestasi di bidang akademik.
“Mendengar Arhan akan melanjutkan kuliah ke jenjang S-2, saya ikut senang. Ini menjadi contoh positif untuk atlet-atlet lainnya bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting,” pungkasnya. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Editor: Nining. Foto: Humas Udinus)






