Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) turut terlibat aktif dalam pembukaan Pameran Nasional Abhirama 2026 yang dilaksanakan oleh Museum Ranggawarsita, pada Kamis (07/05/2026). Kontribusi ini dibawakan oleh tim E-Gamelanku melalui ‘Tari Warak Dugderan Semarang’ yang dipilih karena sesuai dengan teman pemeran “Pangan dalam Jejak Budaya, Dari Warisan Leluhur Menuju Pangan Masa Depan”.
Keterlibatan ini merupakan bagian dari komitmen besar Udinus dalam melakukan revitalisasi aset digital melalui pengembangan Museum Virtual Jawa Tengah Ranggawarsita.
Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menegaskan dukungannya terhadap program jangka panjang dari kolaborasi tersebut, khususnya dalam mengembangkan konsep cybermuseum yang dapat diakses secara virtual.
“Dengan mendigitalisasi koleksi budaya ini, kami ingin membantu museum menjaga keberlanjutan aset sejarah yang selama ini masih bergantung pada penyimpanan fisik,” terangnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pusat Studi CSAC Udinus, Dr. Arry Maulana Syarif, S.S., M.Kom., menjelaskan bahwa kehadiran Udinus dalam pembukaan pameran ini merupakan manifestasi dari kerja sama yang telah terjalin erat dengan Ranggawarsita untuk mendukung eksistensi museum secara menyeluruh.
“Kami menghadirkan Tari Dugderan karena ini merupakan representasi yang sesuai dengan tema pangan. Setiap perayaan panen selalu identik dengan kebahagiaan, dan itulah yang kami coba visualisasikan di panggung hari ini,” ujarnya.
Kembangkan Rekonstruksi Artefak dengan AI
Ketua Peneliti Pengembangan Museum Virtual Jawa Tengah, Prof. Dr. Ahmad Zainul Fanani, S.Si., M.Kom., mengungkapkan bahwa pengembangan Museum Virtual Jawa Tengah Ranggawarsita saat ini sudah mencapai tahap prototyping. Pada tahun ini, riset tersebut berhasil memperoleh pendanaan hibah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Udinus mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk melakukan rekonstruksi artefak yang sudah tidak utuh. Melalui sistem ini, bentuk asli benda bersejarah yang telah rusak dapat dipetakan kembali dengan akurasi yang sangat tinggi,” ungkap Guru Besar Udinus tersebut.
Ia menambahkan, jika tingkat kemiripannya di atas 90 persen setelah dikurasi pakar sejarah, maka artefak dinyatakan sebagai hasil rekonstruksi yang valid. Saat ini, sudah ada beberapa aset di Museum Ranggawarsita telah didokumentasikan dalam model 3D.
Kepala Museum Ranggawarsita, Agung Raharjo Wibowo Kusumo, S.E., M.M., turut mengapresiasi kolaborasi teknis serta penampilan yang dibawakan oleh mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan akademisi menjadi wujud nyata komitmen generasi muda dalam menjaga serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui teknologi terkini.
“Udinus menjadi perguruan tinggi berbasis komputer yang selalu konsisten mendukung pelestarian budaya. Kerja sama kami telah terjalin lama dan terus diperkuat untuk mengimplementasikan teknologi komputer terkini dalam mengelola museum berbasis virtual,” pungkasnya. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. E-Gamelanku)






