Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) resmi menggelar kegiatan Pra Lapangan Problem Based Learning (PBL) 1 di Aula Pertemuan Kecamatan Patean, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sebelum ratusan mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan identifikasi persoalan kesehatan di wilayah setempat.

Kegiatan itu dihadiri Camat Patean, 14 kepala desa di wilayah Kecamatan Patean, dosen pembimbing lapangan, serta perwakilan mahasiswa dari masing-masing kelompok. Sebanyak 44 mahasiswa hadir sebagai perwakilan koordinasi awal pelaksanaan PBL 1.

Ketua Program Sarjana Kesehatan Masyarakat Udinus, Dr. Eti Rimawati, menyebut kegiatan pra lapangan penting untuk membangun sinergi antara kampus, pemerintah kecamatan, hingga perangkat desa. Menurutnya, kolaborasi tersebut dibutuhkan agar mahasiswa mampu memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung dan lebih tepat sasaran saat melakukan pengambilan data.

“Mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memahami kondisi riil di masyarakat. Karena itu, koordinasi awal dengan pihak kecamatan dan desa menjadi bagian penting agar proses identifikasi masalah kesehatan berjalan optimal,” ujarnya.

Perkuat Kesiapan Mahasiswa Sebelum Turun ke Lapangan

Sementara itu, Ketua Pelaksana PBL 1, Bayu Yoni Setyo Nugroho, menjelaskan kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak program studi yang kemudian dilanjutkan penerimaan oleh Camat Patean. Setelah itu, mahasiswa mendapatkan paparan teknis pelaksanaan PBL 1 sebelum berdiskusi langsung dengan perangkat desa masing-masing.

Bayu menuturkan, sesi diskusi menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi dengan pihak desa terkait rencana kegiatan selama PBL 1 berlangsung. Dengan demikian, mahasiswa dapat menyesuaikan pendekatan lapangan berdasarkan kondisi dan kebutuhan tiap wilayah.

“Melalui koordinasi ini, mahasiswa diharapkan lebih siap saat masuk ke masyarakat, mulai dari proses pengumpulan data hingga penyusunan solusi kesehatan berbasis kondisi lapangan,” katanya.

Sebelum kegiatan pra lapangan dilaksanakan, sebanyak 208 mahasiswa peserta PBL 1 juga telah mengikuti pembekalan akademik dan teknis di Aula Gedung E lantai 3 Udinus Semarang. Pembekalan tersebut diberikan untuk memastikan mahasiswa memahami metode identifikasi masalah kesehatan, teknik pengambilan data, hingga penyusunan rekomendasi solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bayu menegaskan bahwa melalui rangkaian kegiatan itu, diharapkan mahasiswa kesehatan masyarakat didorong untuk memiliki pengalaman langsung dalam memahami persoalan kesehatan di tingkat desa. 

“Sehingga mahasiswa tidak hanya mengasah teori akademik mereka di dalam kelas saja. Kegiatan PBL 1 ini menjadi sarana pembelajaran kolaboratif antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat,” pungkasnya. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Humas Udinus)