Berawal dari ketertarikan pada bagaimana sistem Artificial Intelligence (AI) dapat memberikan solusi tanpa berlebihan menggunakan sumber daya komputasi. Mendorong mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) bernama lengkap Chandra Lukita Buana menjadikannya topik riset dalam lebih lanjut melalui program student mobility internasional.
Mahasiswa Program Sarjana Teknik Informatika yang juga tergabung dalam kelas unggulan angkatan 2022 itu termotivasi untuk memperoleh pengalaman akademik dan riset di lingkungan internasional. University Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) menjadi kampus tujuan pada program yang berlangsung dari Oktober 2025 hingga Februari 2026.
“Dukungan yang diberikan oleh prodi menurut saya sangatlah cukup. Prodi memfasilitasi pembiayaan, seperti e-VAL, e-VISA, dan student pass,” ujar mahasiswa yang akrab disapa ‘Luki’ itu.
Topik yang diusung Luki yaitu ‘Cost-Aware Gated Hybrid Retrieval-Augmented Generation (CAG-HRAG)’. Pengembangan sistem kecerdasan buatan yang mampu mengatur penggunaan informasi secara efisien saat menjawab pertanyaan. Karena menggunakan pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG), metode AI yang bekerja dengan mencari dan membaca informasi terlebih dahulu.
“Pemilihan topik berasal dari pengamatan bahwa banyak sistem AI yang cenderung menggunakan terlalu banyak informasi untuk menjawab pertanyaan, padahal tidak semuanya diperlukan. Melalui riset ini, saya berupaya mengembangkan sistem RAG yang mampu menyesuaikan jumlah informasi sesuai kebutuhan,” ungkap pria kelahiran tahun 2004 itu.
Luki berada di bawah arahan dosen pembimbing dari Udinus, yakni Prof. Dr. Guruh Fajar Shidik, S.Kom., M.Cs. dan satu profesor dari Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Choo Yun Huoy. Hingga saat ini, ia menyebutkan progresnya telah mencapai 60%. Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada pelaksanaan eksperimen lanjutan, analisis hasil, dan penyusunan naskah publikasi.
“Seminggu sekali saya berkoordinasi terkait progress riset dengan profesor pembimbing di UTeM. Luaran yang ditargetkan yaitu penyelesaian Final Year Project (FYP) dan penyusunan artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal terindeks scopus,” lanjutnya.
Pengalaman Riset
Sebelum mengikuti student mobility, kiprah Luki di bidang riset sudah tampak melalui berbagai project yang dikerjakannya. Sebelum ini, 4 artikel ilmiahnya berhasil terpublikasi di IEEE, dan 1 lainnya di jurnal terakreditasi Sinta. Bahkan, ia juga dipercaya menjadi project manager pada project Virtual Smart Assistant (VSA) dari Komunitas Bengkel Koding di Udinus.
“Ketertarikan saya pada bidang riset muncul karena ingin memahami perkembangan teknologi secara mendalam. Riset membuat saya terbiasa memecah masalah secara runtut dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum menarik kesimpulan. Dari kebiasaan ini membantu saya lebih berhati-hati dan memahami dampak lanjutan dari setiap pilihan,” ujarnya.
Berbicara tentang peluang, menurut mahasiswa kelahiran Demak itu, peluang researcher ke depan masih terbuka. “Perkembangan teknologi akan selalu membutuhkan kajian dan pengembangan yang berkelanjutan. Apalagi, sekarang AI sedang gencar-gencarnya,” tandasnya. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)






