Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) memperkuat peran dan kontribusinya di tingkat global melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional. Berkolaborasi dengan University Malaysia of Computer Science and Engineering (UNIMY), kegiatan ini menjadi salah satu implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua institusi.
Pengabdian tersebut berfokus pada wujud sinergi akademik lintas negara dalam menjawab tantangan kesehatan mahasiswa di era digital, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa terhadap ergonomi dan laboratorium komputer.
Tim pengabdian internasional dari Udinus diketuai oleh Ratih Pramitasari, S.K.M., M.P.H., selaku dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat dengan kepakaran di bidang kesehatan dan keselamatan kerja. Tim ini didukung oleh dua anggota lainnya, yaitu dosen dengan keahlian ergonomi, Bayu Yoni Setyo Nugroho, M.P.H., dan dosen dengan keahlian manajemen risiko, M.G. Catur Yuantari, S.K.M., M.Kes.
Ketua tim pengabdian, Ratih Pramitasari, menyebut mahasiswa jurusan IT sangat rentan terhadap gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan durasi mereka dalam menggunakan komputer jauh lebih tinggi dibandingkan mahasiswa jurusan lain.
“Mahasiswa IT dihadapkan pada tuntutan tugas yang tinggi dan deadline yang ketat. Ergonomi menjadi bekal penting untuk menjaga kesehatan, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung keberlanjutan karier di masa depan,” ujar Ratih dalam keterangannya, Selasa (13/01/2026).
Pengabdian tersebut juga melibatkan tim pendukung dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Udinus sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dan internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Fakultas Kesehatan.
Materi yang diberikan meliputi edukasi postur tubuh yang benar saat duduk, pengaturan fasilitas kerja yang ergonomis, hingga manajemen waktu istirahat. Hal ini bertujuan mencegah gangguan muskuloskeletal, atau yang biasa dikenal dengan nyeri otot dan sendi, yang sering menyerang profesional IT.
Pihak UNIMY menyambut antusias kolaborasi ini. Ts. Dr. Syahril Anuar bin Idris selaku Head of Center for Artificial Intelligence, Robotics & Automation (AIRaC) bahkan terlibat langsung dalam tim. Sambutan hangat juga datang dari Deputy Vice Chancellor UNIMY, Prof. Dr. Vikneswaran Nair.
Menariknya, aksi nyata ini tidak hanya berhenti pada edukasi. Kolaborasi Udinus-UNIMY ini berhasil menelurkan dua Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa bahan ajar dan media edukasi, serta dua publikasi ilmiah bersama (joint publication).
“Melalui kegiatan ini, Udinus dan UNIMY mempertegas komitmen dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang berorientasi global dan peduli pada aspek kemanusiaan. Kerja sama ini pun diproyeksikan akan terus berlanjut di bidang riset dan pendidikan lainnya,” pungkas Ratih Pramitasari. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. Tim PKM)






