Sebanyak 229 mahasiswa Program Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) resmi menyelesaikan Magang Berdampak. Mereka telah menjalankan tugas selama empat bulan di instansi kesehatan yang ditugaskan. Selesainya tugas tersebut ditandai dengan digelarnya acara ‘Penarikan Magang Berdampak’ pada Selasa (20/01).
Bertempat di Aula Gedung E lantai 3 Udinus Semarang, kegiatan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa. Jajaran mitra seperti Dinas Kesehatan Kota Semarang (DKK) dan 39 puskesmas juga turut mengikuti acara seremonial tersebut.
Dalam laporannya, Wakil Dekan FKes Udinus, Dr. Nurjanah, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa tahun ini pelaksanaan magang cukup berbeda dari sebelumnya. Ini menjadi tahun pertama Prodi melakukan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara serentak, sehingga energi yang dihasilkan sangat luar biasa.
“Dari Magang Berdampak, ada beberapa output yang sudah disampaikan secara langsung ke puskesmas, seperti rekomendasi inovasi dan media untuk diterapkan. Secara ilmiah, ada laporan magang yang akan segera diselesaikan. Kurang lebih ada 49 artikel telah di submit ke beberapa jurnal terkait yang terakreditasi nasional,” jelasnya.
Nurjanah menegaskan, berakhirnya proses magang bukan berarti proses belajar mahasiswa selesai begitu saja. Magang Berdampak memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa yang sebelumnya mungkin lebih banyak berkutat di kampus.
“Di lingkungan kerja kalian bertemu dengan petugas kesehatan yang bekerja dan masyarakat umum yang harus dilayani. Ini jadi pengalaman berharga. Ambil pengalaman kerja ini, jadikan etos kerja para senior sebagai teladan,” pesannya.
Kinerja Sangat Memuaskan

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan DKK Semarang, drg. Andreas Jatmiko, mengungkapkan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas mahasiswa FKes setiap tahunnya. Dimulai dari tahun 2023 dengan 20 mahasiswa, tahun 2024 dengan 22 mahasiswa, hingga tahun 2025 melonjak menjadi 229 mahasiswa.
“Kami sampaikan bahwa untuk mahasiswa magang di tahun 2023 dari Udinus, predikatnya memuaskan. Di tahun 2024, sangat memuaskan. Dan di tahun 2025 dengan Magang Berdampak, nilainya sangat memuaskan,” ungkapnya.
Ia berharap ke depannya, baik di semester ganjil maupun genap, fakultas bisa mengirimkan mahasiswanya kembali untuk melaksanakan magang. Menurutnya, eksistensi mahasiswa sangat bermanfaat dan memengaruhi kinerja instansi kesehatan.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala DKK Semarang, Dr. dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp.P.D., FINASIM, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa dalam program yang sangat luar biasa itu. Program Magang Berdampak dinilai membawa manfaat nyata untuk seluruh pihak.
“Kami di Dinas Kesehatan juga dibantu oleh adik-adik, begitu juga yang di puskesmas. Bagaimana sebuah organisasi dapat melaju dengan signifikan,” tuturnya.
Ia juga berkomitmen untuk memperbaiki apa yang menjadi evaluasi selama pelaksanaan program. “Mari kemudian kita lihat evaluasinya. Bagaimana yang didapat di lapangan, sehingga akan kita perbaiki ke depannya. Mudah-mudahan berkah untuk kita semuanya,” pungkasnya. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Humas Udinus)






