Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) memberikan platform bagi akademisi lintas negara dan disiplin ilmu dalam membahas berbagai isu kesehatan global. Kegiatan yang dikemas dalam forum diskusi ini mengusung tajuk Students Connecting Knowledge for Global Health (SKETCH) 2026.

Diselenggarakan pada Rabu (28/01), kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting. Forum berskala internasional ini diikuti oleh 386 peserta yang berasal dari perguruan tinggi di Indonesia maupun Malaysia, seperti Undip, Unnes, UIN Walisongo, Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Samarkand State University (SamSU), dan Thammasat University.

Ketua Pelaksana SKETCH 2026, Zairin Noor Anwar, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema ‘Global Health Issues from Multinational and Interdisciplinary Perspectives’. Forum diskusi ini bertujuan memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring internasional.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi mahasiswa lintas negara untuk bertukar pengetahuan terkait isu kesehatan global,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMKM Udinus, Nadia Rizky Fadillah, menambahkan bahwa SKETCH menjadi wadah pengembangan kompetensi akademik dan komunikasi internasional mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, HMKM Udinus berharap dapat terus menjadi forum akademik internasional yang mendukung peran generasi muda dalam menghadapi tantangan kesehatan global,” imbuhnya.

Kupas Tuntas Isu Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, HMKM Udinus sukses menghadirkan enam narasumber dari negara yang berbeda. Di antaranya Keynote Speaker Soraya De Kam, M.Sc., seorang PhD candidate dari Maastricht University, Belanda. Ia membahas pentingnya pengaturan waktu olahraga sesuai ritme biologis tubuh untuk meningkatkan metabolisme serta menurunkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2.

Penyerahan sertifikat kepada pembicara SKETCH 2026 Udinus Soraya De Kam secara daring
SERTIFIKAT: Penyerahan sertifikat kepada pembicara SKETCH 2026 Udinus Soraya De Kam secara daring

Sesi selanjutnya diisi oleh Nyein Ko Lwin dari Thammasat University, Thailand, yang memaparkan isu resistensi antimikroba melalui pendekatan One Health dan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penggunaan antibiotik. Sementara itu, Wan Darwisy Khazin Bin Wan Ahmad Rosddy dari UMT, Malaysia, membahas dampak pencemaran lingkungan akibat urbanisasi dan industrialisasi, serta inovasi pengolahan limbah dan pemantauan penyakit berbasis lingkungan.

Pemaparan dilanjutkan oleh Esanov Otabek Olimjon Ogli dari Samarkand State University, Uzbekistan, yang membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan sistem kesehatan global. Materi serupa juga disampaikan oleh Muhammad Izzudin Safiih dari UMT mengenai kontribusi teknologi digital dan analisis data dalam mendukung solusi kesehatan global.

Adapun perwakilan dari Indonesia, yakni Aprilian Nur Ma’arif dari Udinus, menekankan tingginya prevalensi masalah kesehatan mental pada generasi muda Indonesia.

Dengan menghadirkan narasumber mancanegara, SKETCH 2026 juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama internasional, khususnya antara Fakultas Kesehatan Udinus dengan fakultas ilmu kesehatan di berbagai universitas mitra. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. HMKM Udinus)