Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus berupaya untuk mempertahankan akreditasi unggul dan berkomitmen meningkatkan kualitasnya. Salah satu upayanya terlihat melalui Lembaga Penjamin Mutu (LPM) yang secara rutin melakukan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI). Hasil AMI kemudian dilaporkan dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang berlangsung pada Selasa, (03/02).
Digelar di Meeting Room Gedung H lantai 1 Udinus Semarang, kegiatan diikuti oleh seluruh civitas academica Udinus. Mulai dari pimpinan tingkat universitas seperti Rektor dan seluruh Wakil Rektor, serta perwakilan dari setiap Dekan Fakultas, dan juga Ketua Program Studi.
Laporan dimulai dari Kepala LPM Udinus, Prof. Dr. Nova Rijati, SSi., M.Kom., yang menyebutkan bahwa RTM merupakan tindak lanjut hasil temuan dari kegiatan AMI yang telah dilaksanakan. Penjaminan mutu di Udinus semuanya dilaksanakan secara tersistem. Penjaminan mutu pendidikan tinggi dilakukan dalam siklus PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.
“Pengendalian inilah yang akan kita lakukan dalam RTM. Harapannya, nanti silakan memantapkan target penjaminan mutu untuk tahun selanjutnya, sehingga siklus ini akan selalu berjalan. Dalam melaksanakan penjaminan mutu, yang kita jalankan di Udinus adalah standar pendidikan tinggi yang berjumlah 34 standar. Inilah yang akan kita kawal bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Nova juga menerangkan adanya pembaruan regulasi dari pemerintah terkait budaya mutu. Jika biasanya dalam proses menjalankan penjaminan mutu terdapat ‘input-proses-output’, tahun ini terdapat penambahan 1 indikator, yaitu ‘dampak’.
Di Udinus sendiri, proses AMI kini mengalami perkembangan. LPM telah menggunakan Sistem Informasi Audit Mutu Internal Kampus Udinus (SI-AMIKU). Pemaparan terkait sistem baru dan juga cara penggunaannya disampaikan oleh Kepala Pusat Mutu Unit Layanan, Febrianur Ibnu Fitroh, S.P., S.E., M.M.
Dalam pemaparannya, ia menyebutkan bahwa di tahun 2025 telah dipisahkan menjadi 9 kriteria dengan angka-angka yang menunjukkan berapa jumlah indikator yang harus diisi.
“Di SI-AMIKU, datanya sangat terbuka, mudah, dan transparan. Tidak hanya selesai di 2025, harapannya ini juga dapat ditindaklanjuti sampai ke tahun selanjutnya,” ujarnya.
Pentingnya Quality Control
Pada kesempatan tersebut, Rektor Udinus, Prof. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom. Rektor Udinus turut memberikan arahan. Sosok yang akrab disapa ‘Mas Rektor’ itu mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh LPM selama ini. Apapun hasil temuannya tetap perlu diapresiasi.
“Memang harus ada dilakukan quality control tiap tahun dari LPM. Hasil audit ini menjadi motivasi. Apa yang kurang bisa diperbaiki. Dan yang lebih bisa dipertahankan. Semoga kita bisa selalu mendapatkan hasil yang baik juga di audit mutu internal tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
Prof. Pulung juga memberikan arahan terkait indikator yang perlu dimasukkan dalam AMI selanjutnya. Tidak hanya Rektor Udinus, tanggapan-tanggapan juga hadir dari jajaran Wakil Rektor. Semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas kampus yang terletak di jantung Kota Semarang ini. Di akhir sesi, terdapat penghargaan bagi prodi dan fakultas dengan poin AMI tertinggi sebagai bentuk apresiasi. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Humas Udinus)






