Prestasi membanggakan kembali diukir mahasiswa Indonesia di panggung dunia. Aziz Hidayat, atlet taekwondo Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang British Taekwondo International Open 2026 yang digelar selama dua hari pada April 2026 di National Cycling Centre, Manchester, Inggris.

Tampil di kategori Senior-54 kg putra, Aziz bersaing ketat dengan 24 atlet dari berbagai negara sebelum akhirnya mengamankan posisi di podium ketiga. Turnamen berperingkat G1 ini menjadi langkah strategis bagi mahasiswa angkatan 2025 ini untuk mendulang poin ranking dunia sekaligus memantapkan kesiapan fisik menjelang kualifikasi kejuaraan Asia.

Meski berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di tanah Britania, Aziz mengaku belum sepenuhnya puas dengan pencapaian tersebut. “Tentu senang dengan hasil ini, namun target utama saya yaitu podium pertama,” ungkap Aziz.

Menjaga Integritas Akademik di Tengah Kompetisi

Di balik ketangguhannya di atas matras, mahasiswa yang duduk di bangku Program Sarjana Manajemen Udinus itu tetap menunjukkan integritas sebagai seorang mahasiswa. Di sela jadwal tanding yang padat, ia tetap menyisihkan waktu pada malam hari untuk mempelajari materi perkuliahan secara mandiri. 

“Bagi saya, menjaga keseimbangan antara performa sebagai atlet dan kewajiban akademik merupakan komitmen yang harus dijalani secara konsisten. Teknologi membantu saya memahami materi dosen di tengah keterbatasan waktu,” tuturnya.

Keberhasilan di Manchester ini menjadi modal penting bagi Aziz sebelum menghadapi tantangan di Asian Championship, Mongolia, pada akhir Mei 2026. Ajang tersebut merupakan kualifikasi final yang akan menentukan langkahnya menuju Asian Games mendatang.

“Sasaran saya berikutnya yaitu tampil sebaik mungkin di Mongolia. Kejuaraan itu merupakan pintu menuju Asian Games,” tambah Aziz.

Dukungan dari Almamater

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M., mengaku bangga atas capaian Aziz di tanah Inggris. Perjuangan menuju puncak prestasi internasional tersebut berjalan beriringan dengan dukungan penuh dari almamaternya sebagai bentuk implementasi SDG 4 yaitu Quality Education dalam memberikan learning opportunities and empowerment bagi mahasiswa.

“Kami selalu memberikan kebijakan fleksibilitas akademik dan fasilitas yang suportif kepada atlet yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Udinus memastikan terciptanya educational environment yang inklusif agar setiap atlet mampu berakselerasi di ajang dunia tanpa harus mengorbankan kualitas pendidikan,” jelas Prof. Kusni.

Sinergi antara disiplin individu dan dukungan institusi inilah yang menjadi kunci utama Aziz dan juga atlet Udinus lainnya dalam menjaga napas kompetisi di tingkat tertinggi sekaligus meminimalisir risiko education exclusion bagi mahasiswa yang berprofesi sebagai atlet profesional. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Humas Udinus)