Ridlo Fanata Wicaksana - Mahasiswa Program Sarjana Teknik Informatika Udinus

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata. Hal tersebut dibuktikan oleh Ridlo Fanata Wicaksana, mahasiswa Program Sarjana Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), yang terpilih sebagai Google Ambassador 2026.

Pria yang akrab disapa Ridlo itu mengaku bangga sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, menjadi bagian dari program Google Student Ambassador bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab untuk terus belajar serta memberikan dampak positif di bidang teknologi.

“Ini menjadi pembuktian bagi diri saya sekaligus motivasi untuk terus berkembang, tidak hanya secara teknis tetapi juga dalam memberikan dampak positif bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam tahapan seleksi, Ridlo menyebut Content Challenge sebagai bagian yang paling menantang. Ia dituntut menyusun strategi konten yang informatif sekaligus menarik. 

“Di tahap itu saya belajar bagaimana membuat konten yang engaging dan tetap merepresentasikan nilai inovasi dari teknologi,” jelasnya.

Peran dan Pengembangan Diri di Dunia Teknologi

Sebagai Google Ambassador, Pria kelahiran Pati, 11 Februari 2006 itu mengaku perannya dalam menjembatani teknologi terbaru dengan mahasiswa dilakukan melalui edukasi, workshop, hingga pengembangan komunitas. Ia juga mendapatkan akses ke pembelajaran global serta peluang memperluas jejaring internasional.

Di luar aktivitas tersebut, Ridlo dikenal aktif sebagai pengembang web full-stack yang berfokus pada pengembangan aplikasi berbasis teknologi modern. 

“Saya juga aktif terlibat dalam Komunitas Kamadiksi Udinus dan berhasil meraih juara nasional dalam ajang Abdidaya PPK Ormawa bersama timnya, sebuah pengalaman yang turut mengasah kemampuan teknis serta kepemimpinan saya,” ujar Ridlo.

Pengalaman tersebut memperkuat kemampuan komunikasi, kolaborasi, hingga kepemimpinannya. Hal ini menjadi modal dalam mengembangkan teknologi yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Untuk menjaga keseimbangan antara perkuliahan dan aktivitas, Ridlo menerapkan manajemen prioritas secara disiplin. Ia mengatur setiap tanggung jawab agar seluruh kegiatan dapat berjalan optimal. 

“Ke depannya saya memiliki target untuk bisa berkarier di bidang keamanan siber, digital forensic, serta kecerdasan buatan. Harapannya bisa menciptakan solusi teknologi yang inovatif sekaligus aman. Menurut saya jangan takut gagal sebelum mencoba, karena dari situlah kita belajar serta berkembang,” tutupnya. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)