Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan solusi teknologi mutakhir bagi masyarakat. Bekerja sama dengan IPB University, Udinus baru saja merampungkan observasi lapangan, uji coba aplikasi, hingga Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Boyolali pada 17–18 Juni 2026. 

Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian keandalan inovasi Smart Agrologistik 4.0, sebuah sistem rantai pasok digital yang dikembangkan secara khusus oleh tim ahli Udinus dan IPB. Proyek kolaborasi yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc. dengan beranggotakan Prof. Dr. Rindra Yusianto, S.Kom, MT, Prof. Dr. -Ing Ir. Suprihatin, Prof. Dr. Ir. Hartrisari Hardjomidjojo, DEA, Dr. Elisa Anggaraeni, STP, M.Sc. dan  Filmada Ocky Saputra, M.Eng. 

Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan rantai pasok kentang yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Dengan didukung oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sesuai nomor kontrak pelaksanaan penelitian Tahun Anggaran 2026 Nomor: 136/SPK/C.C4/PPK.DHK/IV/2026.  

Terjun langsung ke Desa Samiran dan Pasar Cepogo, tim pengembang menggandeng berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, mitra industri PT Adhiguna Jaya Laboratory, hingga kelompok tani dan pengecer.

Berdasarkan pemetaan proses bisnis di lapangan mulai dari panen hingga distribusi pasar tim menemukan fakta bahwa operasional petani masih memiliki banyak celah. Masih ditemukan pencatatan yang dilakukan secara manual, terbatasnya akses informasi harga, serta beberapa titik inefisiensi.

“Temuan inilah yang menjadi latar belakang utama yang akan diselesaikan melalui penerapan Smart Agrologistik 4.0 dan saat ini kami juga telah menyelesaikan bottleneck diantaranya dengan kesiapan legal melalui Pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk aplikasi ini” jelas Prof. Marimin.

Kehadiran sistem ini disambut antusias oleh Pemkab Boyolali. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Suyanta, menyebutkan bahwa inovasi tersebut dinilai sebagai langkah jitu untuk mengendalikan distribusi, menstabilkan harga pasar, sekaligus memajukan daya saing hortikultura daerah.

Sentuhan Teknologi Udinus

Sebagai otak di balik pengembangan peranti lunak (software) aplikasi ini, tim Udinus yang diwakili oleh Prof. Dr. Rindra Yusianto, S.Kom., M.T., memastikan sistem berjalan optimal dan ramah pengguna (user-friendly). Dalam sesi validasi lapangan, para petani diajak mencoba langsung berbagai fitur unggulan ciptaan Udinus, seperti input data produksi, pencatatan volume panen, akses harga terkini, hingga simulasi transaksi digital.

“Sejauh ini, aplikasi yang dikembangkan Udinus telah terbukti mampu mendukung kebutuhan dasar pencatatan petani. Ke depan, kami akan terus menyempurnakan User Interface dan User Experience (UI/UX) agar lebih sederhana untuk digunakan, sembari mendorong peningkatan literasi digital para petani di lapangan,” ungkap Prof. Rindra.

Selain perbaikan tampilan antarmuka, tim Udinus juga bergerak cepat memperkuat aspek teknis di balik layar. Bekerja sama dengan PT Adhiguna Jaya Laboratory, Udinus memastikan sistem ketertelusuran produk (traceability) dan manajemen stok (cold storage) dapat terintegrasi dengan baik ke dalam aplikasi.

Prof. Rindra menegaskan bahwa pihaknya juga tengah mengurus kesiapan infrastruktur teknologi agar aplikasi ini siap dikomersialkan. “Pada saat yang sama, kami dari Udinus sedang melakukan proses perizinan penggunaan server untuk mendukung operasional. Kami memastikan sistem keamanan data yang ketat, dan mekanisme pencadangan yang tangguh,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan FGD untuk menyepakati pembagian peran antar aktor rantai pasok, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta strategi implementasi bertahap di Kabupaten Boyolali. Melalui sentuhan teknologi Udinus dan sinergi lintas sektor ini, Smart Agrologistik 4.0 diharapkan tidak sekadar menjadi aplikasi, melainkan sebuah ekosistem digital yang mampu mengangkat kesejahteraan petani kentang dan mengoptimalkan ketahanan pangan lokal. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu sistem “Smart Agrologistik 4.0” yang dikembangkan Udinus dan IPB University?
Sebuah sistem rantai pasok pangan digital (software) terintegrasi yang dirancang khusus untuk memodernisasi proses pencatatan, distribusi, pemantauan harga, hingga transaksi hasil panen komoditas pertanian.

Apa saja masalah operasional utama yang ditemukan tim riset di kluster kentang Boyolali?
Tim menemukan operasional petani masih mengalami bottleneck, seperti pencatatan volume panen yang manual, keterbatasan akses terhadap dinamika harga pasar yang transparan, serta inefisiensi jalur distribusi.

Bagaimana kontribusi spesifik tim teknologi Udinus dalam proyek kolaborasi ini?
Udinus bertindak sebagai pengembang utama aspek peranti lunak, mendesain antarmuka aplikasi (UI/UX) yang ramah petani, serta menyiapkan perizinan dan infrastruktur keamanan server untuk operasional jangka panjang.

Siapa saja pihak eksternal yang dilibatkan dalam validasi lapangan di Boyolali?
Riset ini melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, petani di Desa Samiran, pedagang di Pasar Cepogo, serta mitra industri swasta yaitu PT Adhiguna Jaya Laboratory.