Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Sistem Informasi (Sensasi) 2026 dengan tema “The Future of Digital: Blockchain & Cryptocurrency Technology”. Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HM Sisfo) ini menghadirkan rangkaian pemaparan narasumber nasional serta sesi call for papers yang menarik minat para akademisi, praktisi, dan mahasiswa baru-baru ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Sarjana Sisfo Udinus, Dr. Amiq Fahmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa blockchain dan aset kripto (cryptocurrency) bukan sekadar gagasan masa depan. Menurutnya, dua hal tersebut merupakan teknologi nyata yang telah memengaruhi ekosistem digital dan ekonomi global saat ini.

“Mahasiswa Sisfo harus memahami teknologi ini sebagai bagian dari kemampuan menciptakan nilai tambah ekonomi dan kesiapan menghadapi transformasi digital,” ujarnya. Pemutakhiran wawasan terhadap teknologi masa depan ini sekaligus menjadi komitmen prodi dalam menjaga standar education quality yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dr. Amiq Fahmi memberikan apresiasi tinggi kepada HM Sisfo atas inisiatif penyelenggaraan Sensasi 2026. Menurutnya, tema dan kualitas narasumber menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seminar, melainkan bagian dari upaya strategis dalam membangun kapabilitas digital kampus.

Praktisi Web3 dan Asosiasi Nasional

Seminar yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) tersebut menghadirkan dua pembicara yang ahli di bidangnya. Mereka antara lain Direktur Eksekutif sekaligus Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Asih Karnengsih, dan praktisi Web3 yang menjabat sebagai Community Engagement Executive di Tokocrypto, Cresentia Chrisfabi.

Sebagai pemateri pertama, Asih Karnengsih memaparkan perkembangan pesat dari teknologi blockchain serta adanya urgensi dalam hal regulasi maupun edukasi. Ia menekankan bahwa literasi blockchain sangat penting di kalangan mahasiswa.

“Literasi ini penting untuk mahasiswa karena kalian yang akan berperan sebagai pengembang lokal dan membantu proses investigasi hukum digital melalui pemahaman teknis yang memadai. Literasi kripto harus mencakup aspek teknis dan hukum agar proses penegakan hukum terhadap kasus digital menjadi lebih efektif,” tegasnya.

Selanjutnya, Cresentia Chrisfabi selaku pembicara kedua mengajak mahasiswa untuk aktif membangun dan mengelola komunitas pengguna kripto. Ia menyoroti peran komunitas sebagai ruang pembelajaran praktis dan jembatan kolaborasi antara akademik dan industri dalam memajukan digital innovation di Indonesia.

“Saya bersama Tokocrypto hadir sebagai contoh nyata adanya upaya pelaku industri yang mau mendekatkan diri dengan ekosistem pendidikan di Semarang. Keterlibatan komunitas menjadi kunci dalam mempercepat adopsi dan pengembangan solusi berbasis Web3,” terang Cresentia.

Materi ditutup dengan sesi diskusi. Pada sesi ini, narasumber dan peserta sepakat bahwa pengembangan ekosistem blockchain memerlukan sinergi antara tiga pilar, yakni regulasi yang jelas, literasi teknis dan hukum, serta kolaborasi aktif antara industri dan akademisi.

Sertifikat Berbasis Blockchain

Sementara itu, Ketua Panitia Sensasi 2026, Annas Javier melaporkan bahwa seminar ini diikuti oleh 220 peserta secara luring dan sekitar 100 peserta daring melalui siaran langsung YouTube. Selain sesi pleno, konferensi ini turut menampilkan 33 makalah ilmiah yang dibagi ke dalam lima kelompok kelas, masing-masing berisi 7–10 presenter, sehingga diskusi ilmiah berlangsung intens dan produktif.

“Tingginya partisipasi, ragam makalah yang dipresentasikan, hingga antusiasme peserta menegaskan keberhasilan acara Sensasi 2026. Nantinya, kami akan menerbitkan prosiding konferensi ber-ISSN dan membuka peluang kolaborasi riset lanjutan antara mahasiswa, akademisi, dan pelaku industri blockchain,” pungkasnya.

Lewat kegiatan ini, FIK Udinus semakin menegaskan komitmennya terhadap pengembangan kapasitas di bidang teknologi terdesentralisasi. Sebagai informasi, sejak awal tahun 2025, Udinus telah resmi mendirikan Laboratorium Blockchain yang bekerja sama dengan Dubai Blockchain Center sebagai fasilitas riset untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis terkini.

Sebagai bukti nyata penerapan teknologi, panitia menyampaikan bahwa seluruh peserta Sensasi 2026 menerima sertifikat berbasis blockchain. Hal ini sekaligus mengukuhkan posisi Udinus sebagai pionir yang menerapkan teknologi blockchain untuk keamanan dan verifikasi data mahasiswanya. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas FIK Udinus)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa tema utama dari penyelenggaraan acara Sensasi 2026 di Udinus?
Tema yang diusung adalah “The Future of Digital: Blockchain & Cryptocurrency Technology”, yang berfokus pada urgensi pemahaman teknologi aset kripto, regulasi hukum digital, dan inovasi Web3.

Siapa saja pembicara utama yang diundang dalam seminar nasional ini?
Seminar ini menghadirkan Asih Karnengsih (Direktur Eksekutif & Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia) dan Cresentia Chrisfabi (Praktisi Web3 & Community Engagement Executive Tokocrypto).

Selain pemaparan materi dari pakar, agenda akademis apa lagi yang ada di Sensasi 2026?
Terdapat sesi konferensi ilmiah (call for papers) di mana sebanyak 33 makalah dari berbagai akademisi dan mahasiswa dipresentasikan secara paralel dan akan diterbitkan dalam bentuk prosiding ber-ISSN.

Apa inovasi unik yang diberikan panitia kepada para peserta seminar tahun ini?
Seluruh peserta Sensasi 2026, baik yang hadir luring maupun daring, mendapatkan sertifikat yang diterbitkan menggunakan sistem berbasis blockchain untuk menjamin keamanan dan keaslian verifikasi data.