Rangkuman: Vika Aulia Rahma, mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), memperluas kiprah sosialnya ke tingkat internasional melalui program volunteering "Volunaction Global Impact #4" di Vietnam. Bergabung dalam medical team, Vika memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dan menyikat gigi kepada lebih dari 90 anak di Maison Chance Foundation dan Mái Ấm Ánh Sáng Q3 Foundation, serta menggelar kampanye kesehatan emosi di Saigon Central Post Office. Kemampuan adaptasi dan komunikasi yang ia tempa di BEM FK dan BEM KM Udinus menjadi kunci utama dalam mengatasi kendala bahasa selama kegiatan.
Keinginan mencoba pengalaman baru di luar negeri membawa Vika Aulia Rahma mengikuti Volunaction Global Impact #4 di Vietnam. Mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) tersebut bergabung dalam medical team yang bertugas memberikan edukasi kesehatan serta menggelar kampanye kesadaran emosi.
Perempuan kelahiran Jakarta tersebut sebelumnya telah beberapa kali mengikuti kegiatan volunteering di Indonesia. Keinginan untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan mendorongnya mencari program serupa melalui media sosial hingga menemukan Volunaction di TikTok, yang jadwal pelaksanaannya bertepatan dengan masa libur semester kuliah.
“Saya bersama medical team memberikan edukasi kesehatan dasar, seperti tata cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar, kepada lebih dari 90 anak di Nhà May Mắn, Maison Chance Foundation. Kegiatan berlanjut bersama anak-anak di Mái Ấm Ánh Sáng Q3 Foundation, lalu ditutup dengan public campaign di sekitar Saigon Central Post Office dan Saigon Book Street,” terangnya.
Aksi nyata ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung good health and well-being di tingkat global. Melalui media emotion board, masyarakat setempat diajak mengekspresikan perasaan mereka menggunakan stiker berwarna serta menuliskan pesan-pesan penyemangat.
“Kendala yang sempat kami termui salah satunya proses interaksi tidak selalu berjalan mulus. Hal ini dikarenakan mayoritas anak belum dapat berbahasa Inggris, sementara tim Vika tidak menguasai bahasa Vietnam,” ungkapnya.
Penguatan Keterampilan Lintas Budaya
Menghadapi tantangan komunikasi tersebut, Vika memanfaatkan keterampilan komunikasi interpersonal dan kerja sama tim yang telah teruji melalui keterlibatannya di BEM FK dan BEM KM Udinus. Pengalaman organisasi kampus tersebut membantunya beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru serta menjalin hubungan dengan peserta dari berbagai latar belakang budaya, sejalan dengan semangat global partnership.
“Pengalaman ini menjadi sesuatu yang sangat berharga karena saya tidak hanya belajar untuk bekerja sama dalam sebuah tim, tetapi juga belajar beradaptasi, berkomunikasi, dan memahami perbedaan budaya serta karakter dari setiap orang,” ujar Vika.
Bagi Vika, kegiatan volunteering di Vietnam bukan sekadar kesempatan mengunjungi negara baru, melainkan ruang berharga untuk belajar, memperluas wawasan budaya, dan mengasah kepedulian kemanusiaan.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang, baik melalui organisasi di Udinus maupun melalui program internasional ini,” pungkasnya. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Vika Aulia Rahma dan program apa yang ia ikuti di Vietnam?
Vika Aulia Rahma adalah mahasiswa S1 Kedokteran FK Udinus yang berpartisipasi dalam program volunteering internasional Volunaction Global Impact #4 di Vietnam sebagai bagian dari medical team.
Bentuk kegiatan apa saja yang dilakukan Vika selama berada di Vietnam?
Vika memberikan edukasi kesehatan dasar (mencuci tangan dan menyikat gigi) kepada lebih dari 90 anak di yayasan sosial setempat serta menggelar kampanye kesadaran emosi (emotion board) untuk masyarakat umum.
Apa kendala utama yang dihadapi di lapangan dan bagaimana cara memecahkannya?
Kendala utama adalah hambatan bahasa (language barrier). Vika mengatasinya dengan memanfaatkan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan adaptasi lintas budaya yang ia pelajari dari pengalaman berorganisasi di BEM FK dan BEM KM Udinus.
Nilai tambah apa yang didapatkan Vika dari kegiatan volunteering internasional ini?
Selain memperluas wawasan budaya, kegiatan ini mengasah empati, kemampuan adaptasi, keterampilan komunikasi global, serta kerja sama tim dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.