Rangkuman: Tim mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang tergabung dalam usaha rintisan Kodam (Kreasi Olahan Edamame) berhasil meraih Juara Harapan 3 kategori Makanan dan Minuman Tahapan Bertumbuh dalam ajang KMI Expo XVII 2026. Mengusung inovasi Chocolate Edamame dan Crispy Edamame, produk ini tidak hanya memperpanjang masa simpan camilan, tetapi juga memperluas pasar bagi 63 petani mitra. Didukung oleh empat mahasiswa dengan peran manajerial yang jelas, Kodam mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif melalui program P2MW 2026, dengan target ekspansi nasional pada 2027 dan pasar global pada 2028.
Tim mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) meraih Juara Harapan 3 kategori Makanan dan Minuman Tahapan Bertumbuh dalam KMI Expo XVII 2026. Prestasi ini diraih melalui usaha rintisan bernama Kodam, atau Kreasi Olahan Edamame. Sebuah produk yang mengembangkan edamame menjadi dua produk camilan, yakni Chocolate Edamame dan Crispy Edamame.
Produk tersebut dikembangkan oleh empat mahasiswa, diantaranya Vivian Tanaka sebagai Chief Executive Officer (CEO), Vicky Tanaka sebagai Chief Financial Officer (CFO), Amelia Salsabila Rahayu sebagai Chief Marketing Officer (CMO), dan Nilla Sabilla sebagai Chief Operating Officer (COO).
Vivian selaku CEO, menjelaskan bahwa gagasan usahanya berangkat dari edamame yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar dengan masa simpan relatif singkat. Ia bersama tim kemudian mengolah edamame dari petani mitra menggunakan teknologi pengeringan bersuhu rendah agar dapat menjadi camilan dengan masa simpan lebih panjang. Langkah ini merupakan bentuk product innovation yang berorientasi pada kebutuhan pasar.
“Pengambangan produk ini kami dasari dari keinginan untuk memperluas pemanfaatan edamame di luar konsumsi sebagai makanan pendamping di restoran Jepang, tetapi juga menjadi camilan sehari-hari anak muda Indonesia,” ungkapnya.
Perluas Pasar Edamame
Dalam pengembangan usahanya, Kodam menjalin kemitraan dengan Minul Mame yang menaungi 63 petani edamame. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang pemasaran edamame dalam bentuk olahan, sekaligus memperkuat food supply chain di tingkat lokal. Dengan demikian, petani yang berperan sebagai smallholder and food producer memiliki alternatif pasar selain menjual hasil panen dalam kondisi segar.
Selain di KMI Expo XVII 2026, perkembangan usaha Kodam sudah terlihat dari capaian sebelumnya saat mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Vicky selaku CFO mengungkapkan rata-rata penjualan meningkat dari 549 menjadi 1.375 kemasan per bulan. Pada periode yang sama, omzet bulanan naik dari Rp8,2 juta menjadi Rp20,6 juta, sedangkan kapasitas produksi bertambah dari 500 menjadi 1.000 kemasan per bulan. Peningkatan ini menunjukkan adanya sustainable growth dalam bisnis yang dijalankan.
Dosen pembimbing Kodam, Dr. Imang Dapit Pamungkas, S.E., M.Si., Akt., mengatakan pendampingan diberikan untuk membantu mahasiswa mengembangkan usaha dan mempersiapkan kompetisi. Pendampingan tersebut mencakup konsultasi, evaluasi proposal dan laporan perkembangan, serta latihan presentasi.
“Pendampingan juga dilakukan dengan memberikan dukungan secara langsung saat mahasiswa mengikuti kompetisi,” ujar Dr. Imang.
Ke depan, tim Kodam menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan distribusi ke seluruh Indonesia pada 2027. Mereka juga berencana mengembangkan produk selai dan susu edamame sebelum menjajaki pasar global pada 2028. Melalui inisiatif ini, diharapkan mampu mendorong youth empowerment dan menumbuhkan semangat social entrepreneurship di kalangan mahasiswa. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa produk inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa Udinus melalui Kodam?
Kodam mengembangkan dua camilan berbahan dasar edamame, yaitu Chocolate Edamame dan Crispy Edamame. Produk ini diolah menggunakan teknologi pengeringan bersuhu rendah agar memiliki masa simpan yang lebih panjang dibandingkan edamame segar.
Prestasi apa yang diraih tim Kodam di KMI Expo XVII 2026?
Tim Kodam berhasil meraih Juara Harapan 3 kategori Makanan dan Minuman Tahapan Bertumbuh di KMI Expo XVII 2026 yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto.
Bagaimana dampak kemitraan Kodam bagi para petani edamame?
Kodam menjalin kemitraan dengan Minul Mame yang menaungi 63 petani edamame. Kerja sama ini memberikan alternatif pasar bagi petani untuk menjual hasil panen dalam bentuk olahan, sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan edamame segar.
Bagaimana perkembangan penjualan dan rencana pengembangan usaha Kodam ke depannya?
Selama mengikuti P2MW 2026, penjualan Kodam meningkat menjadi 1.375 kemasan per bulan dengan omzet mencapai Rp20,6 juta. Ke depan, tim menargetkan perluasan distribusi ke seluruh Indonesia pada 2027, mengembangkan produk selai dan susu edamame, serta menjajaki pasar global pada 2028.