Skip to main content

Udinus dan RSUP Dr. Kariadi Jajaki Kolaborasi AI Kesehatan, Bahas Efisiensi Layanan Rumah Sakit

Udinus dan RSUP Dr. Kariadi Jajaki Kolaborasi AI Kesehatan, Bahas Efisiensi Layanan Rumah Sakit

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dan RSUP Dr. Kariadi menjajaki kerja sama pengembangan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendukung efisiensi layanan rumah sakit dan inovasi di bidang kesehatan. Pembahasan tersebut berlangsung dalam kunjungan Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, bersama jajaran ke Ruang Rapat Rektorat Gedung G Lantai 1 Udinus, Rabu, 14/10/2026.

Rombongan tersebut diterima langsung oleh Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., didampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Abdul Syukur, Dekan FTC Udinus, Prof. Ir. Heru Agus Santoso, dan Wakil Dekan I FK Udinus, Dr. dr. Setyo Trisnadi.

Prof. Pulung pada kesempatan ini memperkenalkan sejumlah inovasi yang dikembangkan kampus, mulai dari AI untuk skrining kesehatan terintegrasi hingga perangkat pemeriksaan non-invasif untuk laboratorium keliling. Teknologi tersebut terhubung dengan sistem cloud untuk mendukung pemantauan public health (kesehatan masyarakat), termasuk ibu dan anak, guna memperluas health system access.

“Kami menekankan pentingnya ketersediaan data untuk meningkatkan kemampuan model AI. Data yang memadai dapat membantu teknologi mengenali pola kesehatan secara lebih baik sehingga hasilnya berpotensi mendukung proses deteksi dini health risk (risiko kesehatan) dan pengambilan keputusan medis,” ungkapnya.

AI untuk Radiologi Digital

Udinus memaparkan pengembangan AI radiologi untuk mendeteksi kelainan pada citra toraks dan mempercepat penyusunan laporan pemeriksaan. Meski begitu, hasil analisis AI tetap memerlukan validasi tenaga medis agar ketepatan hasil dan tanggung jawab klinis tetap terjaga, sejalan dengan prinsip human health (kesehatan manusia) yang mengedepankan keselamatan pasien.

Pada bagian lain, Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, menyoroti peluang pemanfaatan AI untuk menganalisis struktur biaya tindakan medis, penggunaan obat, serta bahan medis habis pakai (BMHP). Menurutnya, teknologi ini dapat membantu rumah sakit menghitung biaya layanan secara lebih terukur, terutama ketika tarif yang diterima tidak selalu sebanding dengan biaya riil. “Kalau proses ini dibantu AI, perhitungan akan lebih baik dan lebih mudah,” ujar Agus.

Kedua pihak juga membahas peluang uji kinerja dan uji klinis dengan memanfaatkan sampel dari rumah sakit. Tahapan ini penting untuk mengevaluasi performa teknologi sebelum diterapkan lebih luas, sementara pemanfaatan data dan peluang komersialisasi akan dibahas melalui perjanjian kerja sama (PKS).

“Aspek keamanan data menjadi perhatian dalam rencana kolaborasi tersebut. PKS nanti akan kami siapkan, begitu juga dengna tim teknis, dan timeline. Data tidak boleh keluar,” tegasnya.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan sistem yang dibangun nantinya benar-benar health system accessible dan sejalan dengan health policy (kebijakan kesehatan) yang berlaku.

Pembahasan turut mencakup pengembangan skrining obesity (obesitas) remaja serta pendidikan kedokteran yang mendukung terciptanya educational environment yang adaptif terhadap teknologi. Melalui penjajakan ini, Udinus dan RSUP Dr. Kariadi membuka peluang pengembangan AI kesehatan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga terukur, aman, dan sesuai kebutuhan pelayanan medis secara inclusive health. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Humas Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa fokus kerja sama Udinus dan RSUP Dr. Kariadi?
Pengembangan artificial intelligence (AI) untuk mendukung layanan kesehatan, termasuk efisiensi biaya rumah sakit, radiologi digital, dan skrining kesehatan.

Apa teknologi AI yang dikembangkan Udinus?
Udinus mengembangkan AI radiologi untuk mendeteksi kelainan pada citra toraks serta perangkat skrining kesehatan terintegrasi yang terhubung dengan sistem cloud.

Bagaimana rencana pengembangan teknologi tersebut?
Kedua pihak membahas pengujian teknologi, kebutuhan data medis untuk melatih AI, dan perlindungan data pasien yang akan diatur melalui perjanjian kerja sama (PKS).

Apa bidang lain yang turut dibahas dalam pertemuan ini?
Pembahasan juga mencakup skrining obesitas pada remaja serta integrasi pendidikan kedokteran dengan teknologi terkini.

Berita Terbaru
Pendaftaran PMB Dian Nuswantoro