Tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, Faculty of Health Science (FKes) at Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) juga rutin mengimplementasikan teori tersebut melalui kunjungan lapangan. Kali ini, 13 mahasiswa semester 6 dari Program Sarjana Kesehatan Masyarakat melakukan kunjungan edukatif ke UPT Laboratorium Terpadu milik Undip pada Selasa (07/04/2026).

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari mata kuliah Manajemen Laboratorium yang memberikan gambaran nyata mengenai tata kelola laboratorium berstandar khusus. Kegiatan didampingi langsung oleh Dosen Pengampu sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Dr. Adian Khoironi, S.T., M.Si.

“Seluruh peserta disambut hangat oleh tim asisten laboran dan diajak mengenal alur administrasi serta pendaftaran layanan laboratorium. Lalu, mahasiswa diperlihatkan berbagai alat laboratorium yang canggih beserta kegunaannya,” terangnya.

MELIHAT FASILTIAS: Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Udinus saat DIkenalkan dengan Salah Satu Fasilitas di UPT Laboratorium Terpadu Undip

Adian menyampaikan bahwa kunjungan mahasiswa dikemas dalam bentuk laboratory tour yang mencakup berbagai bidang riset unggulan di tiga lantai berbeda. Di lantai 3, mahasiswa dikenalkan dengan beberapa fasilitas penelitian di bidang kesehatan masyarakat. Seperti Lab Tropical Disease, Center of Nutrition Research (Cenure), hingga Lab Food Technology.

“Selain itu, mereka juga ditunjukkan langsung kecanggihan alat yang ada di Lab Bacteriology, MAM, Lab Plasma-Catalysis, serta Lab Mikologi. Sedangkan di lantai 4, mahasiswa diajak berdiskusi mengenai teknologi di Membrane Research Center, Advanced Materials (AMAL), C-Biore, hingga SMARC,” imbuhnya.

Sementara itu, di lantai 5, mahasiswa diperlihatkan inovasi teknologi seperti Lab Reliability Analysis, Lab Robotic and Automation, Undip Biomechanics Engineering & Research Centre (UB-ERC), hingga melihat langsung pengembangan teknologi tangan bionik.

Para mahasiswa tampak antusias saat mereka berkesempatan menyaksikan langsung demonstrasi teknologi tangan bionik di unit UB-ERC, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Mereka dapat melihat bagaimana sinergi antara ilmu kesehatan dan teknik mampu menghasilkan solusi nyata bagi kemanusiaan.

Menjembatani Teori dan Realita Lapangan

Lebih lanjut, Adian menjelaskan bahwa interaksi langsung dengan laboratorium yang didampingi oleh para ahli bertujuan membuka cakrawala berpikir mahasiswa dalam menyusun tugas akhir nantinya.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya membayangkan teori di kelas, tetapi melihat langsung bagaimana alat-alat canggih ini beroperasi serta bagaimana manajemen limbah dan keselamatan kerja diterapkan di laboratorium berskala besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro, Ir. Titik Istirokhatun, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., turut mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antarperguruan tinggi. Ia berharap kegiatan ini bisa mendukung peningkatan kualitas lulusan di bidang teknologi kesehatan. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. Humas FKes Udinus)