Monitoring dan evaluasi (monev) magang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) bertujuan memantau sejauh mana kemampuan adaptasi dan kinerja mereka di luar negeri. Kegiatan ini menyasar mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Hukum dan Studi Global (FHSG), yang tengah menjalani program internship di perusahaan mitra, Yakiniku Sakai Holdings, di Jepang.
Kegiatan monev yang berlangsung selama dua hari pada April 2026 ini dilaksanakan oleh Dekan FHSG Udinus, Dr. Bayu Aryanto, M.Hum., yang didampingi Ketua Program Sarjana Sastra Jepang Udinus, Dr. Akhmad Saifudin, M.Si. Peninjauan dilakukan secara langsung untuk melihat perkembangan mahasiswa selama menjalani program magang, baik dari aspek kinerja di tempat kerja maupun proses adaptasi di lingkungan sekitar.
Bayu Aryanto menjelaskan bahwa program magang ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa. Melalui program ini, mereka didorong untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Jepang, membangun profesionalisme kerja, sekaligus mengasah kemampuan beradaptasi dalam lingkungan lintas budaya.
“Dalam monitoring kali ini, kami melakukan diskusi dengan pihak perusahaan maupun mahasiswa, tujuannya untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait perkembangan selama program berlangsung. Kami juga mengunjungi tempat tinggal mahasiswa untuk melihat kondisi keseharian mereka selama berada di Jepang,” jelasnya.
Tersebar di Berbagai Prefektur
Evaluasi dilakukan kepada lima mahasiswa Sastra Jepang Udinus angkatan 2023 yang ditempatkan di berbagai cabang Yakiniku Sakai Holdings. Kunjungan pertama dilakukan untuk wilayah Prefektur Osaka yang terdiri atas tiga mahasiswa, yakni Sabillilah Putratama Wahyono di cabang Sakai, Rido Cahya Maajid At Tauhid di cabang Yata, serta Amar Maruf Al Muhajir yang ditempatkan di Sakai Holdings.
Sedangkan, kunjungan selanjutnya dilakukan di dua prefektur yang berbeda. Gus Fajrio Armanda Sesario ditugaskan pada cabang perusahaan di Prefektur Shizuoka, sementara Muhammad Akhsan menempati posisi di cabang Nikusho Sakai Suzuka Ten yang berlokasi di Kota Suzuka, Prefektur Mie.



Sementara itu, Akhmad Saifudin yang juga berperan sebagai dosen pembimbing bagi kelima mahasiswa magang menyebutkan bahwa hasil monitoring menunjukkan mahasiswa mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan kerja dan budaya di Jepang. Ia juga mendapat laporan bahwa seiring proses magang, kemampuan komunikasi lintas budaya, kemandirian, serta profesionalisme kerja mahasiswa mengalami peningkatan.
“Meski demikian, dari hasil diskusi ditemukan adanya tantangan di awal magang seperti kendala bahasa, tekanan kerja, dan keterbatasan dukungan sosial. Maka dari itu, monitoring dan evaluasi ini akan digunakan Udinus untuk menjaga kualitas pelaksanaan program magang luar negeri ke depannya,” pungkas Akhmad Saifudin. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Foto: Dok. Kaprodi Sastra Jepang Udinus)






