Dian Nuswantoro Computer Club (DNCC) kembali sukses menggelar ajang kompetisi teknologi bergengsi tahunan, DINACOM (Dinus Application Competition) 11.0. Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ini ikut memeriahkan ajang Dinus Festival (Dinusfest) 2026 yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (31/01).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini DINACOM menghadirkan transformasi besar dengan mengusung konsep Hackathon yang menantang 500 peserta. Mereka tergabung dalam 121 tim yang berasal dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Makassar, Bali, hingga Jakarta.

Ketua Pelaksana DINACOM 11.0, Humam Wajdi Manaf, menjelaskan bahwa tema yang diusung adalah ‘AI for Social Impact: Transforming Communities through Smart Technology’. Transformasi format kompetisi menjadi maraton coding intensif ini merupakan panggung bagi para pelajar dan mahasiswa untuk menciptakan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Tahun ini kami mengangkat konsep Hackathon. Para peserta ditantang untuk melakukan live coding selama 12 jam penuh di lokasi untuk menyelesaikan problem statement secara real-time,” ujarnya usai menggelar acara yang berlangsung di Aula Gedung E lantai 3 Udinus itu.

Humam menambahkan bahwa fokus utama kompetisi ini adalah kepekaan peserta dalam merespons isu sosial. Peserta dituntut untuk membedah masalah dalam subtema yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti Akselerasi Kesehatan, Edukasi Inovatif, Infrastruktur Cerdas, hingga Teknologi Hijau.

Peserta Hackathon DINACOM Udinus Terlihat Fokus Melakukan Live Coding Solusi AI
FOKUS: Peserta Hackathon DINACOM Udinus Terlihat Fokus Melakukan Live Coding Solusi AI

“Fokus kami mendorong generasi sekarang untuk peka dan bisa memberikan solusi cerdas yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi AI,” tegasnya.

Tak tanggung-tanggung, tahun ini DNCC juga berkolaborasi dengan Google Developer Groups on Campus (GDGoC) dalam menyusun seminar dan menghadirkan juri pakar di bidang AI, seperti Google Developer Expert, Prof. Dr. Ir. Esther Irawati.

Wadah Inovasi Berkelanjutan

Kesuksesan transformasi DINACOM tahun ini memantik optimisme bagi masa depan kompetisi teknologi di lingkungan kampus. Ketua UKM DNCC, Calvin Samuel Simbolon, menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat juang para peserta yang berhasil melewati tekanan waktu dan kompetisi yang ketat.

Calvin berharap DINACOM dapat terus konsisten menjadi barometer inovasi teknologi tahunan yang dinanti oleh pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Melihat tingginya animo peserta terhadap format Hackathon, DNCC berkomitmen meningkatkan skala tantangan di tahun mendatang.

“Dengan format baru ini, kami berharap tahun depan bisa terlaksana kembali dengan skala yang lebih besar lagi. Jika didukung dengan fasilitas yang semakin memadai, kami punya ambisi untuk meningkatkan tantangannya dari 12 jam menjadi Hackathon 24 Jam,” ungkap Calvin.

Kompetisi yang berlangsung sengit ini akhirnya melahirkan para juara baru yang inovatif. Di kategori Mahasiswa, tim dari ITB berhasil menyabet Juara 1, disusul oleh dua tim dari ITS sebagai Juara 2 dan 3.

Sementara itu, pada kategori Pelajar, kreativitas siswa SMK Telkom Purwokerto melalui tim ‘git merge konflik-terus’ sukses mengantarkan mereka menjadi Juara 1. Posisi kedua diraih oleh tim ‘Penguasa Tanjung Duren’ dari SMAK 1 Penabur Jakarta, dan Juara 3 diraih oleh tim ‘SuperTeam’ dari SMK Telkom Malang.
Sebagai informasi, DINACOM 11.0 merupakan salah satu rangkaian perlombaan yang ada pada DinusFest 2026. Ajang bergengsi ini diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Tahun ini, ribuan peserta DinusFest mengikuti puluhan cabang lomba di berbagai bidang sesuai minat dan keterampilan. Informasi seputar DinusFest dapat diakses melalui tautan https://festival.dinus.ac.id. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. DNCC)