Komunitas E-GamelanKU Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berupaya meningkatkan dan melestarikan nilai di bidang seni tradisional. Upaya tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan ‘Dinus Audisi Gamelan, Kreasi Tari, dan Macapat Nusantara (D’AGASTARA)’ yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (04/02).
Ajang kompetisi seni tradisional tersebut mengusung tema ‘Rinengga Budaya Nusantara’ dengan menghadirkan tiga kategori lomba yang dilakukan secara berkelompok, yaitu lomba tari kreasi, karawitan, dan macapat. Adapun target pesertanya merupakan pelajar SMA/SMK sederajat nonseni di Jawa Tengah.
Ketua Pelaksana, Fuad Anwar Ibrahim Shidiq, menerangkan bahwa sistem perlombaan untuk kategori lomba tari dan macapat dilaksanakan secara offline di Aula Gedung E lantai 3 Udinus Semarang. Tembang macapat yang ditentukan sebagai materi lomba wajib adalah Dhandanggula Laras Slendro Pathet 9. Sementara itu, untuk tembang macapat yang menjadi materi pilihan terdapat dua alternatif, yakni Mijil Wantah Laras Pelog Pathet 6 dan Pangkur Laras Pelog Pathet 6.
“Setelah semua peserta tampil, dilakukan sidang juri untuk menghitung poin dan menentukan pemenang. Untuk lomba karawitan, dilaksanakan secara online dengan mengirimkan video penampilan ke link pendaftaran yang telah dicantumkan,” jelasnya.
Media Edukasi dan Pelestarian Nilai Luhur
Fuad mengungkapkan bahwa ajang ini sekaligus menjadi media edukasi dengan memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat luas, terutama generasi muda, agar mereka lebih mengenal dan menghargai kekayaan tradisi bangsa.
Sejalan dengan hal tersebut, secara terpisah Ketua E-GamelanKU, Dona Amalia Putri, menekankan bahwa seni tradisional Jawa Tengah merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang bernilai estetika tinggi dan mencerminkan kekayaan tradisi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu upaya konkret untuk melestarikannya supaya tidak melunturkan nilai-nilai luhur budaya.
“Melalui kompetisi ini, penyelenggara ingin mengajarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni tersebut, seperti harmoni, kebersamaan, dan kearifan lokal,” tandasnya.
Sebagai informasi, D’AGASTARA merupakan salah satu rangkaian perlombaan yang ada pada DinusFest 2026. Tahun ini, DinusFest memiliki puluhan cabang lomba di berbagai bidang yang bisa diikuti sesuai minat dan keterampilan. Ajang bergengsi ini diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Informasi seputar DinusFest dapat diakses melalui tautan https://festival.dinus.ac.id/. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. E-GamelanKU)






