Tidak sekadar bermain game, Komunitas E-Sports Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ingin membuktikan bahwa e-sports juga merupakan ajang untuk mengukir prestasi. Komitmen itu diwujudkan dengan diselenggarakannya kompetisi ‘Dinus E-Sports League (DEL) II’ yang puncaknya digelar pada Sabtu (14/02).
Sebanyak 36 tim bertanding menunjukkan keterampilan terbaiknya dalam menaklukkan turnamen nasional Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tersebut. Sebelum bertemu secara langsung di acara puncak, seluruh tim mengikuti babak penyisihan terlebih dahulu. Kemudian, bertempat di Auditorium Gedung H lantai 7 Udinus Semarang, 16 tim terbaik dipertemukan untuk memperebutkan gelar juara.
Ketua Pelaksana, Bernard Ditya Wiliardi Widjanarko, menjelaskan bahwa fokus kompetisi tahun ini hanya ada pada satu kategori game, yakni MLBB. Format pertandingan Best of 3 (BO3) digunakan sebagai sistem perlombaan untuk semua laga.
“Terkait penjurian dan pengawasan jalannya pertandingan, kami bekerja sama secara resmi dengan Komunitas E-Sports Semarang. Berkat kolaborasi ini pula, para pemenang mendapatkan tambahan prize pool berupa diamond hingga 9.000 diamond untuk setiap pemain,” jelasnya.
Kompetisi yang Sportif dan Kompetitif
Ketua Komunitas E-Sports Udinus, Bryan Baskoro, menambahkan bahwa terdapat hal utama yang sangat membedakan dan menjadi daya tarik turnamen tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sistem bracket yang inklusif diimplementasikan untuk perhelatan nasional ini.
“Tahun ini, DEL II menyatukan seluruh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum (tim amatir) untuk bertarung di dalam satu bagan pertandingan yang sama tanpa pemisahan kategori,” ungkapnya.
Perlombaan disambut dengan sangat antusias dan penuh kejutan karena mempertemukan tim dari berbagai kalangan. Ketegangan dan keseruan tersebut tidak hanya dirasakan di dalam ruang Auditorium, tetapi juga oleh penonton daring karena pertandingan turut disiarkan secara langsung di kanal YouTube Udinus E-Sports.
Bryan menegaskan bahwa tujuan utama DEL II adalah menjadi wadah kompetisi yang sportif dan kompetitif bagi para talenta e-sports di tingkat nasional.
“Melalui ajang ini, kami ingin membuktikan sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa e-sports juga merupakan ajang untuk mengukir prestasi, melatih kemampuan adu strategi, dan membangun kerja sama tim yang solid,” tegasnya.
Sebagai informasi, Dinus E-Sports League II merupakan salah satu rangkaian perlombaan yang ada pada DinusFest 2026. Tahun ini, DinusFest memiliki puluhan cabang lomba di berbagai bidang yang bisa diikuti sesuai minat dan keterampilan. Ajang bergengsi ini diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Informasi seputar DinusFest dapat diakses melalui tautan https://festival.dinus.ac.id/. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. Komunitas E-Sports Udinus)






