Melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), tim peneliti Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menciptakan inovasi baru. Inovasi Vending Machine Donation (VMD) hadir untuk mendobrak cara konvensional dalam berdonasi dengan menawarkan sistem digital yang terintegrasi.
Inovasi teknologi filantropi tersebut merupakan hasil program Penelitian Terapan Luaran Prototipe Tahun Anggaran 2025. Dalam hilirisasi riset ini, Udinus berkolaborasi dengan Human Initiative (HI) Jawa Tengah serta Suara Merdeka Network (SMN).
Ketua Tim Peneliti Udinus, Dr. Aris Puji Purwatiningsih, menegaskan bahwa peluncuran VMD merupakan bentuk implementasi nyata dari keilmuan kampus. Sejauh ini, alat tersebut telah diluncurkan di kawasan Candi Prambanan, POP! Hotel Jogja, serta di lingkungan kampus Undip dan Unnes.
“Udinus sebagai kampus terdepan dalam bidang IT terdorong untuk memberikan dampak kemaslahatan yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi, lembaga kemanusiaan, dan media merupakan langkah strategis kami untuk menjamin sustainability dari hasil riset,” ungkap Aris.

Kolaborasi Strategis dan Transparansi
Pemilihan mitra kolaborasi dilakukan secara strategis untuk menjamin kredibilitas alat tersebut. Dr. Aris memaparkan bahwa Human Initiative digandeng karena memiliki reputasi tingkat nasional dalam pengelolaan donasi yang transparan, sehingga memastikan VMD berjalan dengan amanah dan terukur.
“Sementara itu, Suara Merdeka Network kami pilih sebagai mitra karena memiliki kapasitas media dan jangkauan publik yang luas. Hal ini penting untuk memperkuat diseminasi, edukasi, serta amplifikasi dampak sosial dari inovasi VMD ini,” imbuhnya.
Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat ikut serta melakukan donasi dengan cara yang lebih modern. Pengguna dapat memilih program sosial yang diinginkan, melakukan pembayaran secara nontunai, dan mendapatkan konfirmasi secara real-time. Sistem ini juga dikembangkan untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dana yang dihimpun dari masyarakat. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto. Dok. Tim Peneliti)






