Kesehatan mental jadi salah satu kekhawatiran yang kerap muncul di mahasiswa karena tekanan perkuliahan, dalam upaya menekan permasalahan tersebut Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar “Seminar Mental Wellness & Academic Success”. Kegiatan yang diinisiasi oleh UPT Layanan Alumni dan Karir Udinus (Career Center) ini menghadirkan dua Psikolog Klinis yang mengupas tuntas penanganan stres akademik dan kelelahan mental yang kerap dialami generasi muda.
Mengusung tema “Kunci Mengelola Stres dan Menjaga Motivasi Mahasiswa”, seminar ini bertujuan menekan potensi munculnya masalah kesehatan mental. Berlangsung belum lama ini di Aula Auditorium gedung H lantai 7 Udinus, seminar ini diikuti oleh 150 peserta yang merupakan mahasiswa aktif Udinus.
Kepala UPT Layanan Alumni dan Karir Udinus (Career Center), Dr. Heribertus Himawan, S.Kom., M.Kom., menyebutkan bahwa kesehatan mental bisa dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Diantaranya tuntutan perkuliahan, tekanan untuk lulus tepat waktu, serta kekhawatiran akan karier di masa depan.
“Apabila faktor ini tidak dikelola oleh mahasiswa dengan baik. Maka bisa memicu kejenuhan, menurunkan konsentrasi, hingga mengganggu prestasi belajar mereka,” terangnya.
Sesi pertama mahasiswa diajak mengenai gejala-gejalan burnout dari pemateri pertama, Gabriela Agire Pradiptacatya, M.Psi., Psikolog,. Ia menguraikan dampak nyata dari ketegangan psikologis yang menumpuk akibat aktivitas perkuliahan dapat menyebabkan mahasiswa mengalami fase burnout. Sebagai solusi, ia mengenalkan metode coping stress atau langkah penanganan tekanan yang praktis, seperti pembatasan diri dan memberikan jeda dari tugas perkuliahan atau pekerjaan lainnya.
“Tindakan preventif melalui refleksi diri juga penting. Mahasiswa perlu mengenali pemicu stres sejak dini atau fase burnout. Melakukan olahraga, menjaga pola tidur, serta membangun support system yang positif menjadi langkah efektif untuk memulihkan energi emosional,” jelasnya.
Sementara itu, sesi kedua tentang mengelola stres dan burnout kuliah juga disampaikan oleh Made Suryaningtyas Y., M.Psi., Psikolog. Ia memotivasi mahasiswa untuk tidak hanya bertahan, melainkan juga berkembang selama proses perkuliahan. Menurutnya, perubahan emosional dan kognitif yang mengganggu harus segera diatasi dengan menyusun target realistis serta menjaga keseimbangan antara belajar, istirahat, dan aktivitas sosial.
“Perjalanan kuliah tidak harus selalu sempurna. Tidak apa-apa jika terkadang terdapat gangguan seperti merasa lelah atau kehilangan arah. Yang terpenting kalian bisa terus melangkah, memberi ruang bagi diri untuk beristirahat, dan berani meminta bantuan ketika dibutuhkan,” pesannya.
Melalui pembekalan ini, UPT Layanan Alumni dan Karir Udinus berkomitmen mendukung quality education yang inklusif, di mana aspek kesehatan mental menjadi fondasi utama keberhasilan akademis. Program youth empowerment ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kampus yang suportif bagi pertumbuhan karakter dan daya juang mahasiswa. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. UPT Layanan Karir dan Alumni Udinus)






