Himpunan Mahasiswa (HM) Animasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kebutuhan industri kreatif melalui “Animfest Junimasi 2026” yang digelar di Auditorium Gedung H Lantai 7 Udinus, Selasa (30/06/2026). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, melalui kegiatan ini mahasiswa dibekali dengan kompetensi yang dibutuhkan industri, sekaligus mendorong lahirnya karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pada kegiatan ini ditayangkan juga tujuh film Tugas Akhir mahasiswa sebagai wadah memperkenalkan karya kepada sivitas akademika dan pelaku industri. Penayangan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh masukan demi mengembangkan kualitas karya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus, Dr. Ir. Pujiono, S.Si., M.Kom. menilai kemampuan bercerita menjadi bekal penting bagi animator. Menurutnya, seorang animator tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga harus mampu menghidupkan ide melalui cerita yang kuat.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi penonton animasi luar negeri, tetapi ciptakan cerita yang justru ditunggu oleh dunia. Pada akhirnya, yang dilihat bukan hanya asal kampus, melainkan portofolio dan karya yang kita hasilkan,” ujarnya. Aktivitas akademis edukatif ini menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam menghadirkan learning opportunities and empowerment bagi para calon animator muda.

Storytelling Bekal Hadapi Industri

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) sekaligus CEO & Co-Founder PT Kumata Indonesia, Daryl Wilson. Dalam seminar tersebut, ia membahas perkembangan industri animasi serta kompetensi yang dibutuhkan calon animator di era industri kreatif.

Senada dengan Wakil Dekan FIK Udinus, Daryl Wilson juga menilai kemampuan storytelling menjadi pembeda utama sebuah karya. Meski teknologi mempermudah proses produksi, kekuatan cerita tetap menjadi identitas sebuah karya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus membangun portofolio, mengembangkan Intellectual Property (IP), serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan karya kepada audiens yang lebih luas.

“Jangan takut kalau karya pertama belum sempurna. Yang terpenting adalah terus mengasah kemampuan bercerita karena itulah kekuatan yang tidak bisa tergantikan,” kata Daryl.

Daryl turut mengapresiasi perkembangan kualitas film Tugas Akhir mahasiswa Animasi Udinus. Ia menilai Junimasi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya sekaligus memperoleh masukan langsung dari pelaku industri. Hubungan erat antara akademisi dan asosiasi ini diharapkan mampu memperkuat jaringan regional collaboration di sektor industri kreatif nasional.

Apresiasi serupa juga disampaikan alumni Program Studi Animasi Udinus, Muhammad Amiruddin, yang turut membagikan pengalamannya. Ia menilai kualitas visual maupun penyampaian cerita karya mahasiswa saat ini berkembang pesat dibandingkan beberapa tahun lalu.

Rangkaian Junimasi 2026 ditutup dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah film terbaik. Film Overwork karya Doa Ibu meraih Best 3D sekaligus Best Story, Look at Me karya Cotton menjadi Best 2D, sedangkan Sonatera karya Chariot memperoleh penghargaan Tim Paling Experimental dan Audience Favorite. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Humas FIK Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama diadakannya festival “Animfest Junimasi 2026” di Udinus?
Menjadi wadah bagi mahasiswa Animasi Udinus untuk mengenali kebutuhan industri kreatif serta membekali mereka dengan kompetensi digital agar karyanya mampu bersaing secara global.

Berapa banyak karya mahasiswa yang dipamerkan dan apa tujuan penayangannya?
Sebanyak tujuh film Tugas Akhir mahasiswa ditayangkan untuk diperkenalkan kepada sivitas akademika sekaligus mendapatkan evaluasi serta masukan langsung dari para pelaku industri.

Kompetisi atau keahlian non-teknis apa yang paling ditekankan dalam seminar Junimasi 2026?
Kemampuan bercerita (storytelling) yang kuat ditekankan sebagai pembeda utama dan identitas sebuah karya animasi yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Film apa saja yang berhasil meraih penghargaan pada penutupan Junimasi 2026?
Film Overwork (Best 3D & Best Story), Look at Me (Best 2D), serta Sonatera (Tim Paling Experimental & Audience Favorite)