Rangkuman: BEM Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggencarkan program GEMPUR STUNTING di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, melalui edukasi gizi, pemanfaatan akuaponik, GEMBIRA Baby Spa, dan teknologi digital. Program PPK Ormawa yang melibatkan 15 mahasiswa dari tiga program studi tersebut menyasar 79 dari 578 balita atau 13,6 persen yang tercatat mengalami stunting, dengan rangkaian kegiatan yang dipersiapkan sejak Mei dan berlangsung pada Juni hingga Oktober.
Persoalan stunting di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, mendorong mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menghadirkan cara baru untuk mendukung tumbuh kembang balita. Melalui program ‘Gempur Stunting’, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan (BEM FKes) Udinus yang tergabung dalam Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) memadukan edukasi gizi, akuaponik, baby spa, dan teknologi digital.
Berdasarkan data yang menjadi dasar program, sebanyak 79 dari 578 balita di Wonolopo atau 13,6 persen tercatat mengalami stunting. Perilaku Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan minimnya keragaman menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) turut menjadi perhatian.
Kolaborasi lintas bidang ini melibatkan 15 mahasiswa dari berbagai program studi (prodi) yang memadukan pendekatan kesehatan dan teknologi. Mereka berasal dari prodi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, dan Teknik Informatika.
Ketua PPK Ormawa BEM FKes Udinus, Mario Kristian Wahyu Narayana, mengatakan ‘Gempur Stunting’ diarahkan untuk mendorong masyarakat terlibat dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya berfokus pada penurunan angka stunting, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat agar upaya pencegahan dapat terus berjalan,” ujar Mario.
Program yang dipersiapkan selama Mei 2026 itu, telah sukses dijalankan dalam rangkaian kegiatan yang berjalan selama Juni hingga Oktober 2026. Salah satunya melalui pemanfaatan hasil akuaponik sebagai bahan pangan untuk mendukung keragaman menu PMT.
“Program lai yang sudah kami bentuk diantaranya ‘Gembira’ Baby Spa, sebagai ruang edukasi dan praktik pijat bayi serta balita. Selann itu, kami juga mengembangkan web dab chatbot ‘Teman Tumbuh’ yang bertujuan untuk membantu orang tua memantau tumbuh kembang dan mengenali risiko stunting sejak dini,” ungkapnya.
Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM FKes Udinus, Dr. Ika Pantiawati, S.Si.T., M.Kes., mengatakan keterlibatan mahasiswa dari bidang kesehatan dan teknologi memperkuat pendekatan yang digunakan.
“Kolaborasi antara mahasiswa kesehatan dan teknologi memungkinkan program pemberdayaan masyarakat menghadirkan solusi yang dapat digunakan secara berkelanjutan,” kata Ika.
Program ini turut didukung Pemerintah Kelurahan Wonolopo dan Puskesmas Mijen. Ke depan, kader ‘Gembira’diharapkan dapat meneruskan layanan dan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di kelurahan. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Dok. Tim PPK Ormawa FKes Udinus)
Pertanyaan Umum FAQ
Apa itu program GEMPUR STUNTING Udinus?
GEMPUR STUNTING merupakan program PPK Ormawa BEM FKes Udinus yang berfokus pada pencegahan stunting melalui edukasi gizi, akuaponik, baby spa, dan teknologi digital.
Mengapa program GEMPUR STUNTING dilaksanakan di Wonolopo?
Kelurahan Wonolopo dipilih karena terdapat 79 dari 578 balita atau 13,6 persen yang tercatat mengalami stunting. Perilaku Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan minimnya keragaman menu PMT juga menjadi perhatian dalam program.
Siapa saja yang terlibat dalam program GEMPUR STUNTING?
Program melibatkan 15 mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, dan Teknik Informatika, dengan pendampingan dosen serta dukungan berbagai pihak di Wonolopo.
Apa saja kegiatan dalam GEMPUR STUNTING?
Kegiatan meliputi edukasi gizi, pemanfaatan hasil akuaponik sebagai bahan PMT, GEMBIRA Baby Spa, serta pengembangan TEMAN TUMBUH berbasis web dan chatbot.
Kapan program GEMPUR STUNTING dilaksanakan?
Persiapan program dilakukan sejak Mei, sedangkan rangkaian kegiatan berlangsung pada Juni hingga Oktober.