Kesempatan mendapatkan pengalaman belajar lintas budaya hingga ke kancah internasional senantiasa diberikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), melalui berbagai program yang ada. Kesempatan itu lah yang diambil oleh Muhammad Arif setelah mengikuti program ‘Udinus Scientific Visit’ ke Jepang.

Students Program Sarjana Teknik Industri angkatan 2023 itu mengikuti program tersebut di tahun 2024. Berlangsung selama 6 hari 5 malam, ia mendapatkan pengalaman merasakan bagaimana suasana perkuliahan dan kehidupan kampus di Jepang. Ia juga menjelajahi berbagai lokasi terkenal untuk mempelajari kebudayaan negeri sakura itu.

“Di hari pertama dan kedua, perjalanan dari Semarang menuju Osaka. Hari ketiga, kegiatan academic visit osaka, tour osaka photo spot di osaka castle, dan mengunjungi Shinzaibashi. Di hari keempat, perjalanan Osaka menuju Tokyo by SHINKANSEN. Selain itu, ada pula academic visit Tokyo University Technologi,” jelas mahasiswa yang akrab disapa ‘Arif’ itu.

Masih berlanjut, Arif menerangkan di hari kelima ada 2 kegiatan yang dilakukan, yakni Go to Hakone Visit Gotemba dan Go to Shibuya. Di hari keenam yang menjadi hari terakhir, pria kelahiran tahun 2004 itu mendapat kesempatan mengunjungi Asakusa Kanon Temple & Nakamise Street, serta Akihabara & Ginza.

Arif mengungkapkan dirinya merasakan manfaat setelah mengikuti program tersebut. Ia menambah wawasan tentang jepang dan gambaran langsung kehidupan di sana serta memperluas koneksinya.

Kesempatan Magang di Jepang

Mahasiswa yang memiliki hobi seputar otomotif itu juga menyebutkan dari program tersebut, ia mendapatkan informasi untuk memulai kariernya di Jepang melalui program magang internasional.

negeri yang mendapat julukan ‘Negeri Matahari Terbit’ itu melalui program magang internasional.

“Saya tau informasi magang dari salah satu Dosen Sastra Jepang Udinus, Pak Bayu Arianto saat mengikuti program Udinus Scientific Visit to Japan. Saya tertarik karena program magang internasional ini dapat memberikan pengalaman lintas budaya dan saya juga ingin tinggal di Jepang,” ungkapnya.

Kesukaan akan negeri yang mendapat julukan ‘Negeri Matahari Terbit’ dan kecanggihan teknologi di sana menjadi motivasi Arif. Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) itu nantinya ditempatkan di Perusahaan Nishitani selama kurang lebih setahun. Ia akan berkutat di bidang monozukuri atau pembuatan benda

“Lebih tepatnya di pembuatan seal karet. Sangat sesuai dengan bidang ilmu yang saya pelajari selama di perkuliahan,” lanjutnya.

Sebelumnya, ia telah melalui seleksi kemampuan Bahasa Jepang dan mempersiapkan berkas. Seperti paspor, surat kontrak magang, dan lain-lain. Sembari menunggu jadwal keberangkatan, Arif mengisi dengan meningkatkan skill berbahasa dan melengkapi dokumen ataupun perlengkapan pribadi. 

“Target saya di program magang ini bisa mendapatkan sertifikat internasional dan nilai yang memuaskan, lalu lulus tepat waktu. Setelah itu mengambil visa gijinkoku, kembali bekerja dan tinggal di Jepang,” tutupnya.
Arit menjelaskan bahwa Gijinkoku merupakan singkatan dari Gijutsu, Jinbun Chishiki, Kokusai Gyomu atau Engineer/Specialist in Humanities/International Services. Merupakan salah satu syarat izin tinggal profesional di Jepang untuk pekerja asing berkeahlian khusus. (Humas Udinus/Penulis: Ika. Editor: Haris. Foto: Dok. Pribadi)